VIVAnews - Mantan Kepala Polri Sutanto sudah menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Institusi Polri meminta memisahkan antara proses hukum dengan masalah jabatan.
Hal ini terkait pengungkapan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Polri meminta semua pihak berpikir profesional, dengan memisahkan jabatan dengan proses hukum yang sedang berlangsung.
"Harus memberikan kepastian hukum. Jadi sesuatu yang sudah berjalan toh ada PK (Peninjauan Kembali)," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 23 Oktober 2009.
Institusi Polri siap memberikan kontribusi kepada Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus pembunuhan Munir. Bambang Hendarso menekankan, tidak akan ada pengaruh bila mantan Kapolri menjadi BIN.
"Ada yang dimintakan perbantuan, baik melalui Polri maupun BIN. Pasti akan ada sinergi untuk memberikan bantuan," ujar dia.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews