VIVAnews - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie, tak ikut panik saat gempa 6,4 skala Richter di Ujung Kulon mengguncang Jakarta. Marzuki yang sedang berada di lantai tiga Gedung Nusantara III DPR itu memilih bertahan di ruang kerjanya.
Sementara, staf Sekretariat DPR malah berebutan hendak turun dari gedung yang memiliki belasan lantai itu. Mereka sempat menggedor-gedor pintu darurat Nusantara III yang terkunci.
"Saya tak tahu bahwa ada gempa," kata seorang pengaman yang berjaga di lantai dasar Gedung Nusantara III. "Tiba-tiba terdengar ribut-ribut meminta pintu dibuka," katanya ditemui VIVAnews, Jumat 16 Oktober 2009.
Ternyata keributan itu terjadi karena pintu terkunci. Akhirnya sejumlah petugas membuka pintu darurat itu. Barulah sang pengaman itu sadar ada gempa.
Gedung Nusantara III ini diisi oleh Sekretariat DPR dan pimpinan DPR dan MPR. Namun saat gempa terjadi pukul 17.52, tinggal Ketua DPR Marzuki Alie saja. Empat pimpinan DPR dan lima pimpinan MPR telah meninggalkan gedung itu dari siang.
"Sekarang Pak Marzuki masih ada di atas," kata petugas pengaman yang menolak disebut namanya itu.
Gempa berpusat di lepas pantai Ujung Kulon, Banten. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan gempa tak berpotensi tsunami.