VIVAnews - Hasil penelitian, ancaman komet Swift-Tuttle yang diperhitungkan akan menabrak Bumi pada 2126, diperkirakan tidak akan terjadi. Bila ancaman komet Swift-Tuttle itu menjadi kenyataan maka akan ada peristiwa Tunguska kedua atau akhir zaman.
"Memang pada saat itu (tahun 1996) ada perkiraan komet Swift-Tuttle akan menabrak Bumi. Tapi, analisis terakhir ternyata itu tidak terlalu mengancam," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews, Jumat, 16 Oktober 2009.
Menurut Djamaluddin, perubahan prediksi itu mempertimbangkan perkembangan efek-efek planet besar di sekitar Bumi, termasuk matahari. Planet-planet besar itu yakni Jupiter, Saturnus, dan Uranis.
"Efek-efek planet besar ini belum bisa diperkirakan secara akurat, karena jaraknya terlalu jauh. Kalau matahari mungkin bisa," ujar dia.
Semakin dekat ke waktu kejadian yang diprediksi, maka data dan perhitungan semakin akan banyak. Alhasil, perhitungan akan lebih tepat lagi.
"Perkiraan kasar, dalam rentang kesalahan ada kemungkinan akan menabrak Bumi. tapi setelah dihitung lebih teliti lagi, tampaknya akan meleset dan jauh dari Bumi," kata Djamal.
Bersyukur benda langit komet Swift-Tuttle itu diprediksi akan meleset dari Bumi. Karena menurut dia, efek dan daya ledakannya akan seperti peristiwa di pedalaman Siberia, Tunguska, tahun 1908. "Kalau itu menabrak Bumi, maka kira-kira dampaknya seperti di Tunguska," ujar dia.
Sedikit tentang ledakan Tunguska. Ledakan luar biasa 100 tahun lalu di sekitar sungai Tunguska, Siberia Tengah, Rusia, pada pukul 07.17 pagi itu masih misteri.
Ledakan mahadahsyat itu menghanguskan 80 juta batang pohon seluas 830 mil persegi. Disebutkan pula sebanyak 80 juta pohon terbakar.
Dampak ledakan yang disebut mencapai 30 megaton itu juga dikatakan menimbulkan guncangan di permukaan bumi hingga mencapai 5.0 skala richter (SR). Tidak hanya itu, sesaat kemudian sebuah gelombang ledakan membentang sejauh 40 kilometer, memporakporandakan semua kehidupan.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews