Nasional

Dua Media Asing Masih Penasaran Ledakan Bone

Dari sisi astronomi, ledakan di langit Bone itu sangat menarik.

Jum'at, 16 Oktober 2009, 11:47 WIB
Ismoko Widjaya
  (suhendar)

VIVAnews - Ternyata ada dua media asing yang tertarik dengan ledakan misterius di langit Bone, Sulawesi Selatan. Ketertarikan itu karena diduga kuat ukuran diameter meteor yang jatuh di Perairan Bone itu termasuk kategori besar.

"Ada dua media asing. Yang satu tidak menyebutkan medianya. Satu lagi dari Sky & Telescope," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika
LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews, Jumat, 16 Oktober 2009.

Menurut pria yang disapa Djamaluddin ini, dari sisi astronomi, ledakan di langit Bone itu sangat menarik. Karena, selain diduga ukurannya besar tapi juga menimbulkan efek sonic-boom. "Efek sonic-boom itu hanya terjadi pada meteorit yang ukurannya besar," ujar dia lagi.

Efek sonic-boom itu sendiri yakni efek gelombang kejut yang disebabkan karena adanya benda yang bergerak sangat cepat. Akibatnya, menyebabkan semacam efek dorongan atmosfir yang kemudian memberikan gelombang yang bisa menggetarkan media di sekitarnya.

Selain efek itu, meteor yang jejaknya hilang ini juga menimbulkan getaran, ledakan, dan asap. Sayangnya, jejak-jejak sisa meteor yang diduga berdiameter 30-50 centimeter itu hilang karena langsung menghujam laut.

"Sebenarnya kalau jatuh di darat sangat menarik untuk diteliti. Seperti misalnya bagaimana kawah yang terbentuk, dan kita bisa buat model penelitian," kata Djamaluddin.

Seperti diketahui, ledakan benda langit yang hingga kini masih menjadi tanda tanya itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu memunculkan banyak spekulasi tentang sumber ledakan, yakni karena gempa, batu meteor, pesawat jatuh hingga pesawat Sukhoi yang sedang latihan rutin. Namun, spekulasi itu belum bisa terjawab. Peristiwa itu sendiri menggemparkan masyarakat Bone.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating