VIVAnews - Ledakan keras di Bone, Sulawesi Selatan, yang diduga karena meteor berukuran sekitar 30-50 centimeter itu masih misterius. Ledakan itu kini mendapat perhatian khusus media luar negeri.
"Ada jurnalis dari Amerika yang mengkaji soal ledakan di Bone," kata Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews, Kamis, 15 Oktober 2009.
Menurut pria yang disapa Djamaluddin ini, ledakan di Bone itu diduga kuat karena meteor yang langsung terjun ke laut. Mengapa jatuh ke laut? Karena menurut Djamaluddin, tidak ada material meteor yang ditemukan di sekitar lokasi.
"Jurnalias Amerika Serikat itu juga meminta data-data yang kami miliki. Tetapi, kami tidak memiliki data, yang ada hanya keterangan dan kesaksian warga dari publikasi media," kata dia lagi.
Peristiwa itu memunculkan banyak spekulasi tentang sumber ledakan, yakni karena gempa, batu meteor, pesawat jatuh hingga pesawat Sukhoi yang sedang latihan rutin.
Namun, spekulasi itu belum bisa terjawab. Peristiwa itu sendiri menggemparkan masyarakat Bone.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews