Nasional

Ledakan di Langit Bone Miniatur Tunguska

Ledakan di Tunguska terjadi pada Juni 1908.

Kamis, 15 Oktober 2009, 12:46 WIB
Ismoko Widjaya
Dampak ledakan Tunguska, Rusia (Ekspedisi Leonid Kulik, NASA)

VIVAnews - Ledakan di Bone, Sulawesi Selatan, pada Kamis 8 Oktober diduga kuat akibat batu meteor sebesar 30-50 centimeter. Ledakan misterius di Bone itu memiliki kemiripan dengan misteri Tunguska di pedalaman Siberia sekitar 100 tahun lalu.

"Dari segi kemiripannya ada. Artinya, kedua kejadian itu adalah akibat dari objek langit," kata Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada VIVAnews, Kamis, 15 Oktober 2009.

Ledakan di Tunguska terjadi pada Juni 1908. Ledakan itu disebut-sebut kekuatannya mencapai 1.000 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima.

Ledakan mahadahsyat pada pukul tujuh pagi waktu setempat itu, menghanguskan 80 juta batang pohon seluas 830 mil persegi. Disebutkan pula sebanyak 80 juta pohon terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa. Karena lokasi ledakan jauh dari pemukiman.

"Hanya saja yang di Tunguska itu jelas jauh lebih besar dari yang di Bone. Bone itu miniatur Tunguska," kata pria yang akrab disapa Djamaluddin ini.

Menurut Djamaluddin, meteorit yang diduga jatuh di perairan Bone itu tergolong sebagai fireball atau bola api. Tetapi saat kejadian, pancaran bola api itu tidak banyak disaksikan banyak orang.

"Karena terjadinya siang hari. Kalau malam, pasti akan jelas terlihat," ujar dia.

Seperti diketahui, sebuah ledakan besar terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu memunculkan banyak spekulasi tentang sumber ledakan, yakni karena gempa, batu meteor, pesawat jatuh hingga pesawat Sukhoi yang sedang latihan rutin.

Namun, spekulasi itu belum bisa terjawab. Peristiwa itu sendiri menggemparkan masyarakat Bone.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Titi Kuning
15/10/2009
Ini mengingatkan kita bahwa peralatan yang kita miliki belum canggih untuk bisa mendeteksi datangnya meteor... Jangan berspekulasi terus, lengkapi peralatan kita ...!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ