Nasional

Revisi BMKG: Gempa 30 September 7,9 SR

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merevisi kekuatan gempa 30 September 2009.

Sabtu, 10 Oktober 2009, 13:15 WIB
Arfi Bambani Amri, Erinaldi
Gedung Pengadilan Agama Padang miring akibat gempa (Singgalang/ Merry Basril)

VIVAnews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika minta masyarakat Sumatera Barat yang berada di pesisir Samudera Hindia untuk tenang menyikap isu gempa susulan berkekuatan besar yang akan terjadi.

"Potensi gempa di sepanjang pantai barat itu ada, tapi kapan waktunya secara pasti tidak perlu dipercayai," kata Taufik Gunawan Kepala Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Padang Panjang, Sabtu, 10 Oktober 2009. Berkembangnya rumor gempa besar akan terjadi dalam waktu tertentu tidak perlu ditanggapi.

Beredarnya isu tersebut menjadi pembahasan rapat koordinasi tim penanggulangan bencana Sumbar malam tadi. Bahkan, masyarakat yang menghuni pesisir pantai Sumbar memilih tidur di luar rumah karena cemas dengan isu yang berkembang.

BMKG tidak menampik bahwa kondisi Sumatera yang memiliki dua potensi gempa seperti patahan Sumatera dan pertemuan lempeng Eurasia-Indoaustralia, menyebabkan sejumlan kawasan yang berada jalur tersebut rawan bencana gempa. "Tapi kita tidak bisa memprediksi kapan gempa itu akan terjadi," katanya.

Secara geologi, kawasan yang berada di dua jalur pusat gempa ini kerap terjadi bencana gempa. Hampir setiap saat gempa berkekuatan di bawah 5 skala Richter tercatat di seismograf milik BMKG. Hanya saja, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena tidak berpotensi merusak dan menimbulkan bencana tsunami.

Taufik mengatakan, sescara teoritis pemicu gempa di patahan Sumatera terjadi karena pergesekan di lempeng Indoaustralia. Gempa yang mengguncang Kabupaten Padang Pariaman Rabu, 30 September 2009, dinilainya sedikit aneh karena tidak menunjukkan adanya pergesekan yang tajam pada lempeng Indoaustralia.

"Tapi saya tidak bisa menerangkan karena yang kompeten soal itu tentunya ahli geologi," katanya. Gempa yang mengguncang Padang Pariaman berefek langsung dengan terjadinya gempa susulan di Kerinci, Jambi yang berada di jalur patahan Sumatera.

Secara keseluruhan, BMKG juga mengklarifikasi bahwa kekuatan gempa Rabu minggu kemarin mencapai 7,9 SR.

Laporan Eri Naldi | Padang

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ