Nasional
Gempa Sumatera Barat

Rusak, Matahari Padang Pindahkan Pegawai

Dua unit ritel Matahari di Kota Padang rusak berat akibat gempa.

Sabtu, 10 Oktober 2009, 11:39 WIB
Arfi Bambani Amri, Anda Nurlaila
Gedung showroom Daihatsu di Padang ambruk karena gempa (Singgalang/ Merry Basril)

VIVAnews - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan memindahkan pegawai di dua ritelnya di Kota Padang ke unit bisnis Matahari terdekat seperti di Jambi, Pekanbaru, Palembang dan Batam. Tindakan ini menyusul dua toko ritelnya di kota yang terkena gempa itu rusak berat.

"Saat ini kedua unit yang ada di kawasan Pasar Raya Kota Padang belum beroperasi kembali," kata Direktur Matahari Danny Kojongian di Jakarta, Selasa malam, 9 Oktober 2009.

Matahari sendiri belum mengetahui persis total kerugian akibat gempa. Sebelum gempa, omzet rata-rata perhari unit di Padang itu antara Rp 100-200 juta dengan jumlah karyawan 250-300 orang. Menurut Danny, para karyawan yang tidak dapat bekerja di dua unit tersebut akan dipindahkan ke unit bisnis Matahari terdekat.

Sedangkan perbaikan toko ritel sendiri, kata Danny, tergantung kecepatan perbaikan infrastruktur di Padang. "Kami belum memutuskan akan tetap menempati lokasi saat ini atau mencari lokasi baru," katanya.

Matahari sendiri juga memberi bantuan untuk korban gempa bumi pada 30 September 2009 itu. Melalui dua unit bisnisnya, Matahari memberi bantuan berupa paket sembako dan Dapur Umum. "Bantuan korban bencana gempa bumi Sumatera adalah bagian dari corporate social responsibility Matahari," ujar Danny.

Bantuan berupa 7000 paket sembako diangkut lima truk yang bekerjasama dengan pemda setempat dalam dua tahap. Matahari menurunkan tim Crisis Respond Management Team (CMRT) dari Matahari Departemen Store dan Matahari Food Business yang membangun dapur umum yang mampu melayani 1.000 orang per hari. "Di dalamnya termasuk fasilitas air bersih dan dokter," kata Danny.

Tim relawan yang bekerjasama dengan Satkorlak DKI Jakarta ini nantinya akan membagi-bagikan sembako dan bahan makanan di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan serta sulit dijangkau. "Sehingga meringankan beban dan memberi sesuai kebutuhan korban," kata Danny.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ