VIVAnews - Empat unit Helikopter milik Polisi yang nangkring di lapangan bola Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol, Padang, menjadi hiburan menarik bagi anak-anak dan orang dewasa di Padang. Mereka mengamati dan mencoba untuk mendekati helikopter milik Polisi ini.
Sejak gempa melanda pada 30 September 2009 lalu, helikopter-helikopter dan pesawat militer berseliweran di langit Padang membawa bantuan. Suasana riuh ini menimbulkan perhatian anak-anak Sumatera Barat yang seumur hidupnya mungkin belum pernah menyaksikan langsung benda terbang ini.
Hampir setiap saat helikopter melakukan penerbangan rendah dan mendarat mulus di lapangan RTH Imam Bonjol. Heli-heli ini difungsikan Polisi dan TNI serta tim Search and Rescue untuk mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah daerah yang sulit diakses lewat jalur darat. Sedikitnya sekitar 13 heli dan satu pesawat M17 disiagakan di Padang untuk keperluan pemulihan Sumbar pasca bencana gempa.
"Baling-balingnya cepat sampai nggak bisa dilihat," kata M Esa Fadillah (8) pada VIVAnews. Siswa kelas II Sekolah Dasar di Padang ini sengaja datang ke RTH Imam Bonjol untuk melihat 'capung' besi yang bisa mengangkut beberapa orang dan sekian kilo bantuan logsitik.
Esa dibawa bapaknya untuk melihat dari dekat helikopter yang biasa dilihatnya di televisi. Keinginannya untuk menyaksikan heli di RTH Imam Bonjol muncul setelah temannya mengabarkan banyak helikopter di Pasar Raya Padang yang bersisian dengan RTH Imam Bonjol. "Esa nya memaksa mau ke sini karena ingin lihat helikopter," kata Zulhendri (36), ayahnya.
Sebelum gempa, anak-anak dan masyarakat Sumbar tak punya kesempatan untuk bisa melihat heli dari jarak dekat. Helikopter ibarat barang canggih yang hanya bisa mereka nikmati dalam layar kaca. Pasca gempa melanda Sumbar, keingintahuan mereka dengan alat tempur ini terobati.
Polda Sumbar pernah memiliki helikopter jenis MI-2 dengan call sign P-5004. Heli ini hancur setelah terjatuh di perbukitan barisan sekitar tujuh kilo meter dari jalan raya Padang-Solok, September 2005 lalu. Sejak saat itu, Sumbar tak pernah memiliki helikopter pengganti. Hadirnya sejumlah helikopter dari berbagai jenis saat ini di Padang, tentunya menjadi pelipur lara anak-anak korban gempa di Sumbar.
Laporan Eri Naldi | Padang