VIVAnews - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi 7,6 SR di Sumatera Barat terus bertambah. Hingga pagi ini, Sabtu, 10 Oktober 2009, Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana Sumatera Barat menyebutkan korban tewas mencapai 787 orang.
Korban terbanyak ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman yakni 341 orang. Di Padang, jumlah korban tewas akibat reruntuhan sejumlah gedung tercatat sebanyak 312.
Hingga hari ini, korban hilang akibat gempa di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 237. Korban diduga tertimbun di tiga kecamatan di Padang Pariaman akibat longsor yang melanda desa mereka.
Jumlah korban luka berat 867 orang dan terbanyak berada di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 519 orang. Jumlah korban luka ringan mencapai 1.374 orang. Sebanyak 410 orang dinyatakan menginap di tenda-tenda pengungsian.
Jumlah bangunan warga yang mengalami rusak berat hingga hari ini tercatat sebanyak 122.964. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Padang Pariaman dengan total rumah warga yang roboh mencapai 61.765 unit.
Total kerugian dari infrastruktur pemerintah dan rumah warga akibat gempa bumi tercatat sebesar Rp 2,1 triliun.
Proses evakuasi terhadap korban hilang tertimbun longsoran ini terus dilakukan. Hal serupa juga dilakukan di empat titik lokasi reruntuhan gedung di Padang--Hotel Ambacang, LBA LIA, Ruko Ayu, Sentral Pasar Raya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Arif mengatakan pencarian korban akan terus dilakukan hingga dua minggu ke depan. "Pemerintah akan berupaya menemukan korban meskipun majelis ulama sudah mengeluarkan fatwa tentang kuburan massal," kata Syamsul Kamis kemarin
Laporan: Eri Naldi | Padang
• VIVAnews