VIVAnews - Penggerebekan polisi terhadap sarang teroris di Ciputat, sudah berlangsung sejak siang tadi. Namun, polisi masih tampak berjaga di lokasi tersebut.
Tidak hanya di rumah kos tempat para teroris itu bersembunyi itu saja yang dijaga ketat. Polisi juga berjaga di sudut-sudut gang-gang kecil, kampung itu. "Mohon perhatian Kelurahan Cempaka Putih berada dalam penjagaan petugas," kata salah satu polisi dengan menggunakan pengeras suara, Jumat 9 Oktober 2009 malam.
Kos itu sendiri dipasang police line sehingga tak ada yang bisa masuk kecuali polisi. Penghuni kos yang lain terpaksa mengungsi, barang-barang mereka tertinggal di dalam.
Berdasarkan pantauan, tampak polisi berdua-dua berjaga di sudut gang menuju kos tempat dilakukannya penggerebekan. Di sekitar masjid Assalam, di tengah kampung kecil itu, juga tampak empat polisi berjaga.
Beberapa warga juga masih berdatangan untuk menyaksikan kos tempat dilakukannya penggerebekan. Namun warga sekitar justru sudah beraktifitas seperti biasa.
Tampak pula, anak anak kecil tengah mengaji di dalam Masjid Assalam. Beberapa ibu rumah tangga, juga tampak berkumpul memperbincangkan kejadian siang tadi.
Sekitar pukul 11.30 siang tadi, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di rumah kos itu. Selama sepekan terakhir, keduanya menjadikan kamar nomor 15 di lantai dua rumah kos itu sebagai tempat persembunyian.