VIVAnews - Kepolisian menggerebek sebuah kos di Ciputat, Tangerang Selatan, berkat informasi dari seorang terduga teroris FR yang ditangkap di Bekasi pada Jumat 9 Oktober 2009 pagi. Polisi lalu bergerak ke Ciputat sampai kemudian dua tersangka teroris yang diduga Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir tewas ditembak.
"Selain dua ditembak mati, ditangkap hidup satu orang inisialnya FR, sehingga kita bisa telusuri dan bisa tangkap dua orang ini di kos," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat 9 Oktober 2009 malam. "FR ditangkap pagi hari, kemudian dilakukan penindakan siang."
Dalam penggerebekan di Ciputat ini, polisi terpaksa melakukan penembakan karena ada perlawanan. "Dengan melemparkan bom," ujar Nanan.
Sekitar pukul 11.30 siang tadi, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di rumah kos itu. Selama sepekan terakhir, keduanya menjadikan kamar nomor 15 di lantai dua rumah kos itu sebagai tempat persembunyian.