VIVAnews - Sejumlah penghuni kos di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, terpaksa mencari tempat pengungsian. Mereka belum diperkenankan masuk ke kamar kos usai penggerebekan yang menewaskan dua tersangka teroris di rumah kos itu.
"Ya sementara mengungsi di kos teman di dekat-dekat sini dulu," kata Rudi Kurniawan, penghuni kamar nomor 12 di lantai dua, Jumat sore, 9 Oktober 2009. "Semua barang saya, motor, telepon, dompet di kamar semua, ini cuma pakai kaos dan celana pendek."
Ryan Yuditama, penghuni kamar nomor 3 di lantai 1, juga terpaksa akan mencari tumpangan tinggal untuk sementara. Sebab, polisi masih belum memperbolehkan penghuni kos masuk mengambil barang-barang pribadinya. "Untung saya masih sempat bawa telepon genggam dan dompet," ujar pria asal Cilegon itu.
Meski menyisakan trauma, dua mahasiswa UIN yang menghuni kos itu tak berniat pindah dari rumah kos itu. Mereka tetap akan menempati kamar mereka, setelah rumah itu kembali dibuka. "Sudah nyaman soalnya," kata Rudi.
Sekitar pukul 11.30 siang tadi, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di rumah kos itu. Selama sepekan terakhir, keduanya menjadikan kamar nomor 15 di lantai dua rumah kos itu sebagai tempat persembunyian.