VIVAnews - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengirim 40 mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Peduli Bencana di Padang Pariaman, Sumatera Barat, hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2009.
Menurut Ketua Tim Disaster Early Response Unit (DERU) UGM Yogyakarta, Joko Prastowo, para mahasiswa itu akan bekerja sebagai relawan di lokasi bencana selama satu bulan untuk aktif melakukan berbagai kegiatan program tanggap darurat bencana seperti membantu menyelamatkan korban, harta benda, evakuasi dan pengungsian.
"Mereka juga akan memberikan bantuan psikologis agar masyarakat cepat bangkit dari keterpurukan akibat bencana gempa itu," ujar Joko di kampus UGM, Sleman, Jumat 9 Oktober 2009.
Mahasiswa akan berada di 2 posko UGM untuk pelaksanaan KKN-PPM Peduli Bencana di daerah Padang Pariaman. Satu posko terletak di Nagari Gadur, Kecamatan Pekandangan, Kabupaten Padang Pariaman, dan satu lagi di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) di Rawang, Padang Pariaman.
Dalam kesempatan terpisah, Manajer Pengelolaan KKN PPM dan RCE Yogyakarta, Eko Agus Suyono M.APP.Sc., mengatakan 40 mahasiswa yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari 194 mahasiswa yang telah mendaftar untuk KKN PPM PB Sumbar pada 1-7 Oktober lalu. “Mereka diseleksi berdasarkan penilaian keahlian, kondisi kesehatan, dan kerja sama tim,” ujar Eko.
Sementara itu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta menggalang “Gerakan 10.000 Peduli” untuk disumbangkan kepada korban gempa di Sumatera Barat. "Kami menggalang infak kepada seluruh kader dengan jumlah minimal Rp 10.000 per orang. Kami juga mengimbau kepada seluruh kader PKS di Indonesia untuk melakukan gerakan serupa untuk membantu korban gempa Sumatera Barat,” ujar Koordinator Tim PKS Peduli, Dwi Budi Utomo.
Laporan KDW | Yogyakarta