Nasional

BMKG: Akan Ada Gempa Besar di Bali Hanya Isu

Belakangan memang sering muncul isu prediksi akan terjadi gempa besar.

Jum'at, 9 Oktober 2009, 13:34 WIB
Amril Amarullah
Peta zona rawan gempa (vsi.esdm.go.id)

VIVAnews -- Selama September 2009, Pusat Gempa Regional (PGR) III Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Denpasar mencatat telah terjadi gempa 105 kali.

Dengan rincian untuk gempa dibawah 4,0 skala richter (SR) sebanyak 61 kejadian, antara 4,0-5,0 SR terdapat 39 kejadian dan diatas 5,0 SR ada lima kejadian, namun yang dirasakan hanya tiga kali.

Menurut Kepala bidang data dan informasi BBMKG III Denpasar Endri Tjahjono isu gempa akhir-akhir ini sering muncul di masyarakat. Jika tidak diberikan informasi yang jelas maka dapat menimbulkan keresahan yang berkepanjangan.

"Belakangan memang sering muncul isu prediksi akan terjadi gempa besar. BMKG selaku lembaga pemerintah yang berwenang mengeluarkan informasi gempa bumi tidak pernah memberikan informasi tentang prediksi gempa dalam skala waktu. Sehingga dapat dipastikan kalau isu itu tidak benar," urai Endro saat dikonfirmasi VIVAnews, Jumat, 9 Oktober 2009.

Dia juga menegaskan bahwa belum ada kajian ilmiah dan teknologi yang secara tepat memprediksi kapan gempa akan terjadi. "Informasi gempa yang dikeluarkan BMKG berupa parameter gempa bumi dan laporan hasil pemantauan gempa bumi susulan setelah terjadi gempa bumi signifikan," ujarnya.

Meskipun demikian Endro mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jika ada yang perlu ditanyakan, dipersilahkan untuk menghubungi kantor BMKG III Denpasar ke nomor telepon 0361 751122 atau ke 753105.

Sementara itu salah satu masyarakat bernama Fitri mengaku sempat kaget dan panik karena prediksi gempa yang menurut informasi akan terjadi di Bali beberapa waktu lalu dengan kekuatan 8,0 SR.

"Saya langsung memberitahu keluarga di rumah agar hati-hati, tapi setelah ditunggu-tunggu ternyata prediksi itu tidak benar," kata Fitri.

Menurutnya bencana bisa terjadi kapan saja. Untuk antisipasi, Fitri mengaku bahwa kunci pintu keluar selalu menempel dan tidak pernah dicabut atau disimpan seperti yang biasa dia lakukan.

"Kalau sewaktu-waktu gempa besar itu benar kejadian, kita nggak panik untuk mencari kunci dan bisa keluar rumah dengan cepat," ungkapnya.

Namun dia berharap agar prediksi itu hanya isu meskipun hampir wilayah seluruh Indonesia ini rawan terjadi gempa.

Laporan: Wima Saraswati | Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ