VIVAnews -- Trauma dengan dua gempa berkekuatan besar di Indonesia, Jawa Barat dan Sumatera Barat membuat sebagian masyarakat Sulawesi Selatan, di Bone dan Makassar panik bukan kepalang saat mendengar suara gemuruh keras, pada pukul 11.00 Wit, Kamis 8 Oktober 2009.
"Syukur bukan gempa, karena suaranya cukup kuat dan membuat jendela di kantor kami bergetar," kata Andi Faidah, karyawan Adira Finance, Makassar, kepada VIVAnews, Jumat 9 Oktober 2009.
Saat itu, dia bersama sejumlah karyawan lainnya berada di lantai tiga, dan ketika mendengar suara itu, sontak mereka berlarian keluar gedung. Bahkan karena panik sejumlah karyawan terjatuh di tangga karena saling berdesak berlomba-lomba ingin cepat ke luar gedung.
Peristiwa misterius ini juga membuat tewasnya seorang bocah perempuan perempuan berusia sembilan tahun tewas akibat ledakan tersebut. Cantika yang tinggal di daerah Palakka, Bone tewas karena kaget mendengar suara menggelegar yang diakibatkan benda misterius itu.
Berdasarkan informasi dari seorang warga Bone, Adnan, mendengar ledakan keras, Cantika tiba-tiba kaget dan menangis sambil berlari. "Setelah itu dia terjatuh dan mendadak mukanya pucat dan demam seketika," kata dia kepada VIVAnews, Jumat 9 Oktober 2009.
Hingga kini masih dilakukan penyelidikan baik Polisi, Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang sebelumnya menduga kuat benda yang meledak di langit Bone, Sulawesi Selatan adalah meteorit.
Laporan: Rahmat Zeena | Makassar