Nasional
Ledakan Keras di Langit Bone

Benda Itu Juga Terlihat dari Langit Makassar

Saat itu terlintas cepat cahaya berwarna merah dari langit Makassar, lalu meledak.

Jum'at, 9 Oktober 2009, 10:12 WIB
Amril Amarullah
Meteor Jatuh di Jagakarsa (suhendar)

VIVAnews - Ledakan keras yang terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 11.00 Wit, Kamis 8 Oktober 2009, juga dirasakan sebagian masyarakat yang berada di wilayah Makassar, sekitar 180 kilometer dari Kabupaten Bone.

Rahmat Zeena, kontributor VIVAnews, menyaksikan langsung sebelum terjadi ledakan keras, saat itu terlintas cepat cahaya berwarna merah dari langit Makassar Sulawesi Selatan, dengan mengeluarkan asap cukup pekat.

Waktu itu, dia menganggap itu sebuah pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang berlatih, tetapi anehnya pesawat berubah warna menjadi merah dan mengeluarkan api. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara ledakan keras dari benda tersebut.

"Banyak warga yang menyaksikan jatuhnya benda langit itu, mereka mengira itu adalah batu meteor yang jatuh," kata Zeena, Jumat 9 Oktober 2009.

Masyarakat lain yang juga menyaksikan fenomena alam yang hingga kini masih misterius itu, mengakui kalau ledakan keras juga dirasakan di kota Makassar. "Saya pikir gempa, saat itu saya ada di lantai dua, dan suara dan getarannya cukup terasa," ujarnya.

Misteri benda yang jatuh dari langit itu, hingga kini masih dilakukan penyelidikan baik Polisi, Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang sebelumnya menduga kuat benda yang meledak di langit Bone, Sulawesi Selatan adalah meteorit.

Tidak hanya itu, peristiwa jatuhnya benda besar yang mengakibatkan ledakan yang cukup keras itu, telah menewaskan seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun tewas akibat ledakan tersebut. Cantika yang tinggal di daerah Palakka, Bone tewas karena kaget mendengar suara menggelegar yang diakibatkan benda misterius itu.

Berdasarkan informasi dari seorang warga Bone, Adnan, mendengar ledakan keras, Cantika tiba-tiba kaget dan menangis sambil berlari. "Setelah itu dia terjatuh dan mendadak mukanya pucat dan demam seketika," kata dia kepada VIVAnews, Jumat 9 Oktober 2009. 

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ