VIVAnews – Keluarga tidak mempersoalkan beredarnya foto-foto jenazah Amrozi dan Ali Ghufron (Mukhlas). Walaupun sebenarnya anggota kelurarga kedua terpidana mati serangan bom Bali 2002 ini tidak mengharapkan potret itu dipublikasikan secara luas.
Kakak kandung Amrozi, Muhamad Khozin, mengatakan tidak menyangka gambar wajah dua saudaranya itu tersebar ke media massa. Khozin mengaku tidak tahu menahu siapa yang telah menyerahkan potret itu ke media. “Barangkali ada keluarga yang keluar dari kebijakan kami. Itu biasa terjadi,” katanya kepada VIVAnews,sore ini.
Khozin mengatakan keluarga masih trauma dengan tayangan berita di sejumlah media yang dianggap selalu menyudutkan keluarganya. Itu sebabnya, kedua istri Amrozi menghindari wartawan. Belum sembuh trauma itu, katanya, kini, muncul lagi pemberitaan gambar jenazah Amrozi dan Ali Ghufron. “Ternyata, keluarga masih kecolongan,” katanya.
Foto dua terpidana mati bom Bali itu muncul di situs arrahmah.com hari ini. Kepada VIVAnews, adik kandung Amrozi, Ali Fauzi, “Pemuatan foto sudah disetujui keluarga.”
Sebelumnya juga beredar foto jenazah Imam Samudra di situs yang sama. Foto Imam diberi judul ‘As Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada.’ Gambar wajah Imam Samudra beredar Senin 10 November.
Tiga terpidana dihukum mati dengan cara ditembak di Nusakambangan pada Minggu 9 November 2008.