VIVAnews – Palang Merah Indonesia (PMI) Bali masih menunggu konfirmasi kebutuhan darah dari pihak Unit Transfusi Darah di Padang, Sumatera Barat, paska gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang beberapa hari lalu. Saat ini, Bali sudah siap mengirim 100 kantong darah.
Menurut Kepala Unit Transfusi Darah Pembina PMI Daerah Bali Prof Dr dr Anak Agung Sudewa Djelantik SpPK sudah siap mengirimkan kebutuhan darah hanya masih belum dipastikan kebutuhan. “Supaya jangan rusak dan mubazir, maka saya masih menunggu konfirmasi apakah sudah ada dari UTD terdekat yang membantu,” kata Sudewa saat dikonfirmasi VIVAnews, Senin, 5 Oktober 2009.
Sudewa berpendapat, Sumatera Barat membutuhkan darah karean unit transfusi darah yang ada di Padang rusak dan tak dapat digunakan lagi. Tim dari Rumah Sakit Sanglah juga sudah berangkat dan sekarang sedang menata apa saja yang dibutuhkan untuk membuat RS darurat. “Kalau semuanya belum fix maka darah tidak akan saya kirim," kata dia.
Jalur transportasinya pun cukup repot karena harus melewati Jakarta yang perlu pengemasan supaya tidak cepat rusak. Jika memang sudah siap maka dirinya akan siap kirim menggunakan jasa kargo.
“Informasi terakhir yang saya tahu golongan darah yang banyak diminta yaitu AB dan kalau dalam kondisi emergensi bisa diberikan O, A, atau B. Jadi tidak harus sesama AB karena prevalensi pemilik golongan darah ini sangat sedikit,” kata Sudewa lagi.
100 kantong siap didistribusikan namun itu tidak satu kali pengiriman. Seperti kejadian gempa di Yogyakarta beberapa waktu silam pengiriman dilakukan bertahap yaitu 20 kantong selama beberapa kali untuk mencegah kerusakan.
Tentu saja dengan penyiapan bantuan ini stok untuk kebutuhan Bali cukup aman. “Kalau kurang saya tinggal panggil beberapa donor untuk golongan darah dan mereka pasti langsung datang,” ujar Sudewa.
Laporan Wima Saraswati | Bali