Nasional
Gempa Sumatera Barat

Alat Jepang Pemotong Beton Mulai Bekerja

Puluhan korban diduga masih tertimbun di reruntuhan Hotel Ambacang dan Sentra Pasaraya.

Jum'at, 2 Oktober 2009, 21:17 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Gempa di Kota Padang : Evakuasi Korban (AP Photo/Wong Maye-E)

VIVAnews - Dua alat pemotong beton bantuan dari Jepang mulai dioperasikan untuk membantu evakuasi korban gempa. Alat difokuskan dua lokasi yaitu di Hotel Ambacang dan Sentra Pasaraya Padang.

"Alat ini cukup membantu untuk meminimalkan risiko terhadap korban yang masih hidup di reruntuhan," kata Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, Jumat, 2 Oktober 2009.

Puluhan korban diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan Hotel Ambacang dan Sentra Pasaraya Padang. Belum diketahui kondisi mereka. Namun, sore tadi, delapan korban berhasil diselamatkan setelah tertimbun sekitar 48 jam di reruntuhan Hotel Ambacang. Satu anak usia 9 tahun juga berhasil selamat setelah terkubur 48 jam di reruntuhan Sentra Pasaraya Padang.

Selama ini, tim evakuasi mengalami kendala untuk menyelamatkan para korban yang masih hidup di dalam reruntuhan. Tim hanya mengandalkan alat berat berupa eskavator. Bantuan Jepang ini diharapkan mampu mempercepat evakuasi korban selamat.   

Data Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, hingga pukul 21.00, korban jiwa meninggal diketahui mencapai 478 orang. Sementara luka berat mencapai 240 orang, luka ringan 2.530 orang, dan diduga korban yang masih tertimbun reruntuhan masih 1.000 orang lebih. Di Kota Padang, korban tertimbun setidaknya masih terdapat di lima titik.

Laporan: Eri Naldi| Padang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ