Nasional

Perang Antar Kampung, Lima Orang Tewas

Dalam tiga tahun terakhir kedua kampung di Lombok Tengah itu memang terlibat perselisihan.

Sabtu, 26 September 2009, 10:31 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Ilustrasi rusuh (VIVAnews/Adri)

VIVAnews - Lima orang tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara dua kelompok  warga yakni Dusun Daye Lurung dan Dusun Bagekdewe di Desa Ketare Lombok Tengah.

Kelima korban tersebut masing-masing bernama Haji Ali, Lalu Budi, Misbah, Haji Nila keempatnya warga Dayen Lurung, Ketare, serta Sujan warga Rangge Gate Lombok Tengah.

Perang antar kampung itu terjadi pada pukul 05.15 waktu setempat. Aksi saling serang antara kedua warga tidak terhindarkan. Petugas kepolisian yang disiagakan di lokasi kejadian tidak mampu memisahkan kedua kelompok massa. Bahkan sejumlah polisi menjadi sasaran aksi massa yang brutal.

Bentrok antara desa Dayen Lurung dengan desa Bagekdewe terjadi sejak Kamis sore 24 September lalu. Bentrokan itu dipicu salah paham antara warga desa. Akibat bentrokan itu dua remaja warga Bagek Dewe
bernama Lalu Putra Wijaya dan Lalu Yan Patra Wijaya menderita luka bacok dan dirawat di Rumah Sakit Umum Praya.

Warga Bagekdewa yang tidak terima dengan peristiwa bentrok pertama rencananya melakukan penyerangan hari ini. Warga di dua dusun itu sudah menyiapkan berbagai senjata tajam seperti tombak, pedang, parang,  dan bambu runcing. Pagi hari tadi, bentrokan antara kedua dusun pun terjadi.

Kepala Bagian Bina Mitra Komisaris Polisi Lalu Mahsun mengatakan penyerangan terjadi secara mendadak. Warga Bagekdewe memanfaatkan area persawahan untuk menyerang warga Dayen
Lurung.

Akibatnya petugas yang  sudah disiagakan sejak kemarin terkecoh dan tidak mampu membendung bentrokan. "Kami sudah berupaya maksimal untuk mencegah betrokan,namun jumlah warga Bagekdesa yang banyak sudah lebih dahulu menyerang," kata Lalu Mahsun kepada VIVAnews di lokasi kejadian.

Hingga saat ini suasana di lokasi masih tegang dan warga masing-masing dusun berjaga-jaga didusun mereka. Sebanyak tiga pelton pasukan dari kepolisian Resort Lombok Tengah disiagakan untuk menjaga kawasan Desa Ketare, Praya, Lombok Tengah. Polisi yang terdiri dari pasukan Dalmas, Brimob Polda NTB dan TNI mencoba menghalau dua kelompok massa agar tidak kembali terlibat benturan fisik.

Polisi juga sudah melakukan pendekatan persuasif terhadap kedua kelompok warga di Desa Ketare tersebut.Meski demikian kedua kelompok massa tampaknya tidak mengindahkan peringatan polisi. "sejak kemarin kami sudah menyiagakan petugas di Ketare untuk mengantisipasi bentrokan," ujarnya.

Dalam tiga tahun terakhir kedua kampung tersebut memang terlibat perselisihan. Bahkan terkadang peperangan antara warga itu juga dipicu dendam lama.


Laporan: Edy Gustan | Lombok

• VIVAnews
Rating
Komentar
bolang panegare
04/12/2010
tetu mule kanak tare edak banik pade perang,mule sakti teguh kance kuat.
Balas   • Laporkan
bajang ketare
08/04/2010
joe dendek meriku lalok unim, adeng-adeng unim batur.enget
Balas   • Laporkan
indonesia
01/11/2009
pada dasarnya,kita manusia bergantung pada dua keadaan mental : suka dan tidak suka, yang berhubungan dengan perasaan senang dan tidak senang kita diperbudak oleh suasana hati kita dan tidak memiliki kebebasan nyata,hanya karena kita tidak mengetahui sifa
Balas   • Laporkan
indonesia
01/11/2009
pada dasarnya,kita manusia bergantung pada dua keadaan mental : suka dan tidak suka, yang berhubungan dengan perasaan senang dan tidak senang kita diperbudak oleh suasana hati kita dan tidak memiliki kebebasan nyata,hanya karena kita tidak mengetahui sifa
Balas   • Laporkan
wanen
28/10/2009
ADEK BAEH PADE WANEN DOANK DENGAN KETARE....
Balas   • Laporkan
mesiat
30/09/2009
edaq pekern batur2 siak,,.. mun mule tetu2 tegeng jaq,, ndaraq noh pade mate..
Balas   • Laporkan
joe
27/09/2009
biarkan saja biar mati smua penjahat2 maling,rampok di loteng......kalau bisa persenjatai mereka,,,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ