VIVAnews - Empat orang diduga tewas dalam pengepungan di Solo, Jawa Tengah. Empat mobil jenazah yang keluar dari lokasi pengepungan langsung menuju Bandara Adi Sumarmo, Solo.
Pengepungan Detasemen Antiteror 88 yang dilakukan di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, itu selesai Kamis, 17 September 2009.
Empat mobil jenazah sudah keluar dari lokasi pengepungan. Informasi yang diperoleh di lapangan, mobil jenazah itu langsung menuju Bandara Adi Sumarmo. Selanjutnya, jasad para korban langsung dibawa ke Jakarta, tepatnya di RS Polri Kramat Jati.
Salah satu jenazah dikabarkan berjenis kelamin perempuan. Dia diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri.
Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.
Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.
Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top.
ismoko.widjaya@vivanews.com
Laporan: Fajar Sodiq l Solo
• VIVAnews