VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung sebuah rumah di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Pengepungan dilakukan sejak Rabu 16 September 2009 pukul 23.00 WIB.
Rumah tersebut diduga jadi lokasi persembunyian para teroris terkait pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009.
Pasca penggerebekan, empat penghuni rumah diduga tewas, jenazahnya sudah dievakuasi polisi.
Pantauan VIVAnews, kondisi rumah saat ini porak poranda, atap rumah terlihat jebol, dari bagian depan sampai belakang rumah. Hanya sedikit genting yang tersisa di bagian belakang. Terlihat ada sisa-sisa kayu terbakar di atas bagian atap.
Di bagian depan, terlihat pintu rusak dan saat ini ditutup triplek putih. Dinding depan rumah yang dicat hijau tampak bolong-bolong diterjang peluru. Dari jarak 100 meter terlihat sebuah jendela di sisi kiri rumah jebol.
Sampai saat ini warga masyarakat dan wartawan masih dilarang mendekati lokasi. Polisi pun masih menjaga ketat lokasi penggerebekan.
Wartawan dan warga harus berada di luar garis polisi yang dipasang sekitar 100 meter dari rumah. Sayangnya, rumah di depan lokasi penggerebekan menghalangi pengamatan wartasan.
Menurut Ketua RT setempat, Suratmin rumah yang kini dikepung itu merupakan rumah seorang warga bernama Sugiyanto. Kemudian rumah itu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo.
Adib telah mengontrak rumah ini selama enam bulan terakhir. Sehari-harinya, Adib merupakan pengajar di Ponpes Al Kahfi Mojosongo. Di rumah itu, Adib tinggal dengan istrinya yang bernama Putri
Munawaroh yang berprofesi sebagai guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).
Laporan: Fajar Sodiq| Solo