Nasional
Densus 88 Gerebek Rumah di Solo

Rumah Itu Tersembunyi di Balik Pepohonan

Rumah itu tak terlihat dari radius 200 meter atau garis terluar penjagaan aparat.

Kamis, 17 September 2009, 08:40 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Penyerbuan Rumah Teroris di Temanggung (AP Photo/Slamet Riyadi)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung sebuah rumah di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Rumah itu diduga menjadi lokasi persembunyian buronan teroris. 

Pengepungan berlangsung selama delapan jam sejak Rabu, 16 September 2009 pukul 23.00. Pengepungan diwarnai baku tembak antara aparat dan penghuni rumah.

Lokasi rumah itu berada di sebuah pemukiman terpencil yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Solo. Hanya ada sekitar lima rumah rumah di kawasan itu dengan posisi tak rapat satu sama lain.

Akses menuju rumah itu juga tidak mudah. Hanya ada jalan berlapis semen tak yang terlalu lebar dengan kontur bergelombang menyerupai jalan di perbukitan. Di sekelilingnya, pepohonan rindang tinggi menjulang. Praktis rumah itu tak terlihat dari radius 200 meter atau garis terluar penjagaan aparat.

Suratmin, Ketua RT setempat, mengatakan, rumah tersebut merupakan milik seorang warga bernama Sugiyanto. Namun, sejak empat atau enam bulan lalu dikontrak oleh Susilo alias Adib warga Kagokan RT 2/11 Pajanglawean Solo, bersama istrinya Putri Munawaroh.

Suratmin tak terlalu mengenal keseharian Susilo lantaran rumahnya berjarak sekitar 250 meter dari rumah kontrakan itu. Ia mengenal pria yang diduga teroris itu saat menyerahkan identitas sebagai warga baru sekitar tiga bulan lalu. "Padahal ia tinggal sejak empat atau enam bulan lalu tanpa sepengetahuan saya, ia baru melapor ke Ketua RT setelah ditegur warga," ujarnya.

Menurut Suratmin, Susilo memiliki ciri fisik antara lain tinggi badan 155 sentimeter, badan agak kurus, selalu memakai baju koko dan celana panjang di atas mata kaki (menggantung). Sedangkan istrinya selalu berpenampilan dengan baju gamis dan bercadar. "Tapi perilaku dengan warga sekitar secara umum baik," ujar Suratmin.

Laporan: Fajar Sodiq| Solo

• VIVAnews
Rating
Komentar
jacky
17/09/2009
Kok penggrebekan polisi bisa menewaskan ya. Padahal saya kira tidak terlalu kuat mereka yang diperkirakan teroris itu. Seharusnya kalau polisi profesional bisa menangkapnya seperti polisi2 Amerika kok bisa menangkap tanpa pertumpahan darah. Apa harus ditu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ