Nasional
Densus 88 Gerebek Rumah di Solo

Empat Penghuni Rumah Diduga Tewas

Putri Munawaroh diduga ikut tewas. Belum ada keterangan dari polisi.

Kamis, 17 September 2009, 07:56 WIB
Elin Yunita Kristanti
Pasukan Anti Teror (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung sebuah rumah  di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Pengepungan dilakukan sejak  Rabu 16 September 2009 pukul 23.00 WIB.

Rumah tersebut diduga jadi lokasi persembunyian para teroris terkait pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009.

Seperti diinformasikan tvOne, ada empat jenazah yang ditemukan di lokasi. Para jenazah sudah diidentifikasi Polri dan sudah dievakuasi ke luar lokasi.

Salah satu jenazah dikabarkan berjenis kelamin perempuan. Dia diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri.

Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.

Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.

Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top.

Sementara jenazah ketiga belum diketahui identitasnya.

Pantauan VIVAnews, ada satu jenazah dibungkus kantung mayat oranye dimasukan dalam mobil jenazah berwarna coklat milik Polda Jawa Tengah.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi polisi mengenai berapa dan siapa saja yang tewas dalam penggerebekan itu.

Laporan: Fajar Sodiq| Solo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mansure
17/09/2009
kenapa tidak dibekuk hidup hidup jika memang sudah tersangka 4 orang lawan satu kompi pasukan sungguh gak imbang atuh , why ?
Balas   • Laporkan
ardi
17/09/2009
wah...kasian terorisnya nggak lebaran...nggak sempet minta maaf kepada keluarga korban bom.....tp alhamdulillah mereka mampus....
Balas   • Laporkan
nc
17/09/2009
Pas banget.., lagi ribu2 masalah KPK, ada kejadian ini.
Balas   • Laporkan
aryto
17/09/2009
wah...kasian dong terorisnya nggak lebaran......
Balas   • Laporkan
dedy
17/09/2009
Awas, jangan sampai salah sasaran. Siapa tau itu orang yg tidak bersalah. Jangan asal tembak dong. Kematian orang tidak berdosa adalah KESALAHAN SANGAT FATAL!!!. Apa polisi sudah lupa dengan GAS AIR MATA?????
Balas   • Laporkan
syafarudin
17/09/2009
mampus aja tuh teroris......
Balas   • Laporkan
a
17/09/2009
istigfar pak polisi , warga negara bukan sasaran tembak
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ