VIVAnews - PT Matahari Putra Prima Tbk menargetkan penjualan korporasi sebanyak Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun pada Ramadhan, yakni sejak pertengahan Agustus hingga September 2009.
"Porsinya 10 - 12 persen dari target total tahunan," kata Vice President Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk Roy N Mandey di Jakarta, Rabu, 16 September 2009.
Target sebanyak Rp 2 triliun setara dengan kenaikan omzet 15 hingga 20 persen dibandingkan bulan-bulan biasa.
Hingga akhir tahun ini, Matahari menargetkan penjualan sebanyak Rp 13,5 triliun atau naik sebanyak 15 persen dari penjualan tahun lalu yang sebanyak Rp 12 triliun. "Kami yakin target tahunan kami akan terpenuhi melihat permintaan naik terus karena kebutuhan masyarakat terus meningkat," kata dia.
Dengan omzet Rp 13,5 triliun, Matahari mengalokasikan belanja modal (capex) sebanyak Rp 600-700 juta untuk ekspansi. "Sampai September, Matahari secara grup sudah membuka delapan store, terakhir di Samarinda," ujarnya.
Dalam waktu dekat, Matahari akan membuka outlet di Bengkulu, Sulawesi, dan Kalimantan.
Dibandingkan bulan puasa tahun lalu, menurut Roy, Lebaran kali ini mengalami peningkatan penjualan sebanyak 10 persen. "Itu karena kami melakukan ekspansi, bertambahnya jumlah populasi, dan strategi kami untuk melengkapi barang," kata dia.
Sama halnya dengan pusat belanja lainnya, Matahari melalui divisi departemen store dan Hypermart, mempunyai program khusus untuk menjaring lebih banyak pengunjung. "Late Night Shopping tetap kami buka, tapi untuk mengimbanginya, kami buka lebih pagi yaitu dari jam 8 pagi," ujar Roy.
Jam buka lebih pagi akan mengakomodasi pengunjung pekerja yang malam harinya terlalu sibuk atau kelelahan. "Jadi kami buka dari jam 8 pagi sampai 12 malam, sejak H-15 sampai H-1," katanya.
hadi.suprapto@vivanews.com