VIVAnews - Idul Fitri 1430 Hijriyah tahun ini diharapkan bisa dirayakan secara bersamaan oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama, Nazaruddin Umar, untuk tahun ini kesempatan tersebut besar.
Namun, kesempatan yang sama tak akan terjadi pada 2011. "Tahun 2011, riskan, ketinggian hilal rendah, akan tegang," kata dia seperti ditayangkan tvOne, Selasa 15 September 2009.
Apalagi, tambah dia, ada perbedaan metodologi yang dipakai dua organisasi besar Islam di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama.
"Bagi Muhammadiyah, perhitungan adalah sumber informasi, melihat hilal sebagai konfirmasi. NU sebaliknya, melihat hilal adalah informasi, perhitungan adalah konfirmasi," jelas Nazaruddin.
Pemerintah, melalui Departemen Agama akan berusaha menjembatani dua pihak yang berbeda. "Dalam sejarah, kita punya konsen besar penyatuan umat, jangan berbeda dalam hal-hal seperti ini," tambah dia.
Departemen Agama akan membentuk sebuah tim khusus yang terdiri atas ulama dan ilmuwan, dalam usaha menyatukan perbedaan ini. "Kalau Idul Fitri kita satukan, masyarakat diharapkan juga akan bersatu," tambah dia.
Departemen Agama juga rajin melakukan pendekatan.
"Kita datang ke PP Muhammadiyah, NU, perguruan tinggi , menghimpun potensi umat untuk bersatu," tambah dia.
Bagaimanapun, lanjut Nazaruddin, pemerintah tak bisa memaksakan kehendak pada masyarkat. "Yang penting harus ada sikap toleransi," tambah dia.