Nasional
Mudik Lebaran 2009

2 Bus Mudik di Banten Dicabut Izinnya

Dua bus itu karena roda kendaraan mereka sudah gundul, dan tidak memenuhi persyaratan lain

Senin, 14 September 2009, 17:39 WIB
Amril Amarullah
Gelar Mudik Gratis (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Senin14 September 2009 mengelurkan dua bus penumpang antar kota antar provinsi, dan tidak diizinkan mengangkut penumpang saat lebaran karena diketahui tidak layak jalan.

Dua bus itu dikeluarkan dari terminal terpadu Merak, Banten setelah tim dari Dishub Banten memeriksa perlengkapan dan kesiapan mesin bus.

"Masalah dua bus itu karena roda kendaraan mereka sudah gundul, dan tidak memenuhi persyaratan lainnya," kata Kasie Keselamatan dan Tehnik Sarana Dishub Provinsi Banten, Kholid.

Selain masalah teknis, kedua bus angkutan lebaran itu yakni PO Asli Prima dan PO Benteng Jaya, surat-surat yang dimilikinya sudah tidak berlaku alias belum diperpanjang. "Ditambah peralatan tanggap darurat tidak ada seperti kotak P3K, martil pemecah kaca, tidak ada," katanya.

Kedua bus bisa kembali beroperasi mengangkut penumpang, apabila sudah memenuhi apa yang telah disyaratkan oleh tim penguji.

Dalam operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan petugas dari Dishub Provinsi Banten dan Dishub Kota Cilegon di terminal, sebanyak 18 bus penumpang AKAP menjalani pemeriksaan. Sasaran pemeriksaan petugas yaitu kondisi rem kendaraan, putaran kemudi dan roda.

Selain itu juga petugas melakukan pengujian fungsi lampu kendaraan, seperti lampu jarak jauh dan jarak pendek, lampu rem dan lampu peringatan."Malah ada kondisi fisik bus yang tidak sesuai dengan buku uji," ujar Kholid.

Selain melakukan pemeriksaan bus, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi para pengemudi.

"Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengemudi bus yang mengkonsumsi narkoba, sebab hal itu juga sangat berpengaruh bagi keselamatan," ujarnya.

Laporan: Saputra  | Banten



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ