Nasional
Kasus Pencemaran Nama Baik Muchdi PR

Polisi Periksa Usman Hamid Usai Lebaran

Pada Rabu 9 September 2009, Usman memenuhi panggilan Polri. Tapi, dia tidak diperiksa.

Senin, 14 September 2009, 12:51 WIB
Elin Yunita Kristanti, Sandy Adam Mahaputra
Usman Hamid (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN), Muchdi Purwopranjono.

Usman belum pernah diperiksa terkait statusnya sebagai tersangka. Pada Rabu 9 September 2009, meski datang memenuhi panggilan polisi, Usman yang mengajukan permohonan untuk tidak diperiksa dengan alasan ada kegiatan.

Kapan Usman diperiksa? Polisi belum akan memeriksa sahabat Munir itu dalam waktu dekat. "Rencananya akan kembali di periksa usai lebaran, tepatnya kapan belum bisa dipastikan," kata Kepala Satuan Keamanan Negara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro, Ajun Komisaris Daniel Tifaona dalam pesan pendeknya, Senin 14 September 2009.

Dalam surat panggilannya sebagai tersangka,  Usman dilaporkan oleh kuasa hukum Muchdi, Rusdiyanto, karena dianggap melakukan penghinaan dan mencemarkan nama baik Muchdi selama persidangan kasus Munir (perkara no. 1448/Pid.G/PNJKT Sel).

Muchdi Pr sempat menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Namun, Muchdi dibebaskan di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Muchdi merasa keberatan dengan pernyataan Usman yang menyatakan dirinya sebagai pembunuh Munir.

Meski jadi tersangka, Usman Hamid bergeming. Dia tidak akan mencabut pernyataan bahwa Muchdi PR adalah pembunuh Munir.

"Saya waktu itu bilang, Muchdi pembunuh Munir. Saya tetap yakin dan tuduhan saya itu berdasarkan fakta yang ada di kepolisian dan tim pencari fakta," kata Usman Hamid usai memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 9 September 2009.

Menurut Koordinator Kontras ini, dia tidak akan mencabut pernyataannya yang disampaikan usai sidang vonis mantan Deputi V Badan Intelijen Negara itu. "Dan saya tidak akan mencabut pernyataan itu atau membantah pernyataan itu," ujar Usman.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ