Nasional

Pemudik Harus Waspadai Longsor Akibat Gempa

Gempa tak bisa diprediksi kapan akan terjadi serta berapa kekuatannya.

Minggu, 13 September 2009, 13:49 WIB
Siswanto
Pusat terjadinya gempa dan tsunami (communitywebs.org)

VIVAnews - Gempa tak bisa diprediksi kapan akan terjadi serta berapa kekuatan gempa maupun pusat gempa terjadi apakah di darat maupun di laut. Gempa juga tidak menimbulkan kematian, namun dampak kedua dari gempa seperti bangunan roboh, tanah longsor akan dapat mengakibatkan korban.

Pulau Jawa khususnya bagian selatan merupakan daerah yang rawan terjadinya gempa, baik yang berpusat di darat maupun dilaut sehingga bagi pemudik yang melewati jalur selatan Jawa untuk pulang ke kampung halamannya untuk mewaspadai adanya tanah longsor akibat kejadian gempa bumi.

Kejadian gempa di Tasikmalaya beberapa waktu telah mengakibatkan tanah longsor dan mengubur hidup-hidup warga yang tertimpa tanah longsor. Kejadian ini tidak menutup kemungkinan akan menimpa kepada pemudik yang melewati daerah pegunungan dan bersamaan dengan itu terjadi gempa, kata Winaryo, Peneliti Pusat Study Bencana Alam, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Minggu 13 September 2009.

Gempa dengan kekuatan yang cukup besar juga dapat menimbulkan kecelakaan saat pengemudi melaju cukup cepat di jalan raya, karena dengan getaran yang cukup tingga dapat membuat kendaraan oleng sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

"Jika memang gempa sedang berlangsung lebih baik menghentikan laju kendaraan dan mencari tempat yang terbuka dan jauh dari dataran tinggi," katanya.

Lebih lanjut Winaryo menyatakan fenomena gempa akan menjadi permasalahan tersendiri bagi pemudik dari luar Yogyakarta yang belum sama sekali mengalami gempa. Namun demikian fenomena gempa ini akan menjadi pengalaman yang bagus bagaimana cara menyelamatkan diri dari gempa, mengingat kembali akan kejadian gempa 27 Mei 2006 yang pernah dirasakan oleh masyarakat DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.

"Saat ini mungkin panik, namun dengan berjalannya waktu serta pengetahuan tentang gempa yang dimiliki masyarakat akan bertambah maka masyarakat akan dapat mengontrol diri dan tidak panik,” katanya.

Laporan: Kinaransih Waskita | Yogyakarta

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ