Nasional
EKSKLUSIF
Surat dari Malaysia

"Kita serumpun kenapa perlu benci-membenci?"

Media Indonesia dikecam telah memanas-manasi hubungan kedua negara.

Jum'at, 11 September 2009, 20:31 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Ismoko Widjaya
Demo Kedubes Malaysia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sweeping dan pembakaran bendera Malaysia di Indonesia rupanya menyita perhatian warga Malaysia. Mereka mengritik media Indonesia yang dinilai telah memanas-manasi suasana.

Hal itu antara lain dinyatakan Fazlee Rahman, pembaca VIVAnews asal Malaysia, pada surat elektronik yang dikirimkannya pada Jumat, 11 September 2009. Fazlee mengaku gundah melihat derasnya pemberitaan tentang berbagai aksi anti-Malaysia yang kian mewabah di Indonesia.  

Berikut bunyi surat pria yang tinggal di Kuala Lumpur ini:

Apa kabar?

Saya Fazlee dari Malaysia. Saya rasa terpanggil untuk menulis kepada saudara sejak terbaca artikel saudara di sebuah laman web.

Isu demonstrasi jalanan, pembakaran bendera Malaysia dan lain-lain sering terjadi apabila sesuatu isu berlaku. Di sini saya mempertikaikan media Indonesia yang sering membakar semangat memberontak dan tidak bersabar dalam menyelesaikan sesuatu isu.

Sebelum ini pernah terjadi isu-isu seperti di Ambalat dan wasit dari Indonesia yang dipukul pihak Polis di Malaysia juga tentang isu pembantu rumah.

Harus diingat bahwa isu-isu ini bukan hanya berlaku di pihak Indonesia. Pihak kami juga pernah diperlakukan sedemikian. Di Malaysia terlalu ramai rakyat Indonesia mencari rezeki dan menyumbang tenaga mereka dalam memakmurkan Malaysia. Tetapi kebanjiran rakyat Indonesia juga mengundang kadar jenayah (kriminalitas) yang tinggi seperti pembunuhan, rompakan malah pembantu rumah yang mencuri barangan majikan.

Saya tidak katakan yang orang Malaysia tidak melakukan jenayah, kami juga mempunyai penjenayah yang ramai di sini. Tetapi kami tidak pernah membesarkan isu-isu ini. Bagi kami bukan negara penyebabnya, tetapi individu-individu yang pendek akal dalam menangani isu-isu tersebut.

Jadi saya rasakan yang rakyat Indonesia harus bertolak ansur (berangsur-angsur) dan mencari jalan penyelesaian secara damai, bukan dengan demonstrasi jalanan. Lagipun kita serumpun, kenapa perlu benci-membenci seperti begitu?

Sekian, terima kasih.

Fazlee Rahman

• VIVAnews
Rating
Komentar
bob tnb
27/08/2010
rilek la wahai indon2. tindakan korang ni bleh mengundang perang. jangan angkuh sangat. apa buktinya malaysia yg ceroboh laut korang? kalu malaysia yang ceroboh kenapa penguatkuasa korang yang lari? dah tu menyorok pulak. kalu tak salah kenapa takut?
Balas   • Laporkan
kader
26/08/2010
Bagaimana jika semua pekerja dri Indonesia yang bekerja di Malaysia, kita hntr kembali, biar rakyat Indonesia tersebut mencari rezeki di negara lain. Kerajaan malaysia sedia menerima rakyat indonesia bekerja di malaysia ttp masih ada yang tidak bersyukur.
Balas   • Laporkan
Agus Wiyono
28/09/2009
Kita bukannya membenci. Yang kita lakukan adalah melenyapkan MALING. Tetangga kita si MALINGSIA sudah termasuk maling karena mengklaim beberapa budaya milik kita. Kalo MALINGSIA menyadari hal itu dan meminta maaf, kita akan terima itu.
Balas   • Laporkan
aggies
26/09/2009
tidak ada asap kalau tidak ada api ... malaysia mesti berkaca diri mengapa bangsa Indonesia yang dikenal dunia paling banyak senyum kini berbalik membenci malaysia ... wahai malaysia, berhentilah bertindak arogan seperti tuan kalian bangsa inggris, dan mu
Balas   • Laporkan
aat
17/09/2009
serumpun..?itu cuma dalih aja utk maling sial,agar bs lebih leluasa mengobok-obok budaya,pulau n lain2nya yg masih di rencanakan oleh maling sial itu.itu bentuk dr kewaspadaan kita.
Balas   • Laporkan
torry, Indonesia
15/09/2009
Memang benar kita serumpun, memang benar kita tidak perlu saling membenci. Tapi yang perlu lagi kita pikirkan kenapa hal itu sampai terjadi. Bicarakan dulu mengapa Malaysia mengakui budaya Indonesia sebagai budaya Malaysia? Mengapa Malaysia mengakui wil
Balas   • Laporkan
ajie
14/09/2009
Betul banget,,,,, gue juga kaga setuju dengan pemberitaan yang ada,,, kenapa sih media kita selalu menjadi Provokator,,, kasihan kawan2 yang ngga ngerti apa2 dimalaysia, mereka jadi takut mau kemana-mana,,, bangsa indonesia dan malaysia punya s
Balas   • Laporkan
salman aceh
14/09/2009
Maafkan kecorobohan kami saudaraku. Kami seharusnya belajar sama kalian tentang menyikapi sesuatu. Fenomena bangsa kami adalah kemiskinan, sehingga semua ingin dilakukan demi sesuap nasi. Yakinlah bahwa, perbuatan itu dilakukan segelintir orang yang did
Balas   • Laporkan
aziz
14/09/2009
itu karena pers di malaysia dikendalikan pemerintah dan kerajaan, jadi banyak informasi yang telah disetting terlebih dahulu. tidak seperti kita, informasi a akan diterima a oleh masrayakat. makanya budak tu tidak tahu menahu dengan kondisi yang berlaku s
Balas   • Laporkan
inaz
13/09/2009
Sebagai orang beragama, kenapa kita harus saling memusuhi. Malaysia dan Indonesia adalah kakak beradik. Kalau jadi rebutan budaya, sebenarnya sama seperti rebutan mainan dua bersaudara. Pasti bisa diselesaikan dengan bijaksana. Dunia sudah mau kiamat, nga
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ