Nasional
Sweeping Warga Malaysia di Jakarta

Bendera: Malaysia Juga Sering Sweeping WNI

Kata Bendera, sweeping Malaysia ke WNI sering berakhir dengan penganiayaan atau pelecehan

Jum'at, 11 September 2009, 14:33 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
Ormas Demo Kedubes Malaysia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat atau Bendera menyayangkan pernyataan pemerintah yang menilai aksi sweeping Bendera terhadap warga Malaysia beberapa waktu lalu berlebihan.
 
"Apa yang kita lakukan bukan tanpa sebab. Ketika pemerintah tidak melakukan apa-apa, maka pemerintah telah membiarkan rakyatnya untuk membela negaranya sendiri," ujar juru bicara Bendera, Adian Napitupulu kepada wartawan di sekretariat Bendera, Jalan Diponegoro 58, Jakarta, Jumat 11 September 2009.
 
Dia mengritik pernyataan Presiden SBY yang menyatakan persoalan budaya bukan prinsipil, itu adalah salah. "Ketika budaya kita diambil orang, sama artinya kristal kita sudah diambil orang," katanya.
 
Menurutnya, pantas jika budaya asli bangsa Indonesia sering diklaim oleh Malaysia. Sebab, pemerintah tidak menjadikan budaya sebagai identitas bangsa sendiri.
 
Kata dia, permasalahan yang terjadi dengan Malaysia bukan hanya disebabkan klaim-klaim atas karya budaya bangsa, melainkan klaim atas tapal batas dan penganiayaan terhadap TKI di Malaysia.
 
Diplomasi yang dilakukan pemerintah atas permasalahan dengan Malaysia, kata Adian,dianggap tidak membuahkan hasil signifikan. Bahkan katanya, masalah serupa justru bermunculan, seperti klaim Pulau Ambalat, Reog Ponorogo, klaim Tari Pendet, penganiayaan TKI dan sebagainya.
 
Selain itu, aksi-aksi sweeping juga seringkali dilakukan oleh polisi di Malaysia. Bahkan, aksi-aksi sweeping itu tak sedikit berakhir tindak penganiayaan dan pelecehan seksual. "Kalau ada satu saja helai rambut rakyat Indonesia yang diambil, kita akan ambil rambut orang Malaysia disini,"kata Adian.

Sebelumnya, Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah menyayangkan tindakan sweeping warga Malaysia.

Alih-alih dianggap patriotis, diakui Faizasyah, sebagai kelompok Individu, tindakan mereka mencemarkan nama baik Indonesia. "Kita prihatin dengan kelompok terseut karena yang ditampilkan wajah

Indonesia yang beringas, anti orang asing. Bagaimana kita bisa mempromosikan wisata, kita negara yang aman jika pesan yang disampaikan kekerasan," tambah dia.

Aksi sweeping yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut, lanjut Faizasyah, adalah pelanggaran hukum. "Untuk demo aja mereka memerlukan ijin, apalagi penghakiman, mereka tidak memiliki hak untuk itu," tegas dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
anto
04/09/2010
sistem ekonomi, budaya, pendidikan, politik, dll dari apa yang diselenggarakan negara belum buktikan siap bersaing dengan negara satu kawasan (ASEAN)! Negara bertanggung jawab untuk hal itu, jika pembiaran terus terjadi maka BENDERA menjadi simbol melawan
Balas   • Laporkan
Dara
03/09/2010
BENDERA, zaman sekarang kekerasan dibalas kekerasan ga akan menyelesaikan masalah, bikin kita sama bejatnya sm mrk. Lbh baik perang otak drpd perang otot, bersaing dlm teknology, pendidikan, ekonomi dll mesti lebih ok dari mrk. Jgn ketinggalan jaman dong!
Balas   • Laporkan
destroyer
15/09/2009
paling tepat adalah kita konfrontasi aja ke malingsial,klo orng2 kita d siksa d sana kita ganti siksa orng2 malingsia d sini
Balas   • Laporkan
Mbelung
15/09/2009
Sorry to say, tp lebih banyak orang indonesia di razia di malaysia...disini baru reaktif, disono udah sistimatis...begitu sampe bandara KL aja TKI itu dikumpulin, disuruh jongkok kayak pelajar tawuran yang digaruk polisi, mau pulang ke indonesia juga gitu
Balas   • Laporkan
Sutarto
14/09/2009
kpd Yth Bendera, c.q. Adian Napitupulu. Aksi anda berlebihan & malah menambah pelik masalah. Saya justru mendapatkan indikasi anda sengaja mengadu domba masyarakat di dua bangsa serumpun dan mayoritas muslim. Mohon anda sadar dan hentikan segera aksi k
Balas   • Laporkan
ronnie
14/09/2009
klo mnurut gw sih aksi sweeping kyk gt berlebihan deh... lg'an klo udah ktemu sama orang malaysia trz orang itu mau diapain???? lbh baik kita dukung aja apa yg dilakiun oleh pemerintah.. gw yakin pemerintah pasti bisa menyelesaikan masalah kayak gni
Balas   • Laporkan
ariff
12/09/2009
"Kalau ada satu saja helai rambut rakyat Indonesia yang diambil, kita akan ambil rambut orang Malaysia disini,"kata Adian... klo terjadi ape2 dekat org msia disane, msia akan dibanjiri dengan darah warga indon disini...
Balas   • Laporkan
vaevictis
11/09/2009
Sikap "berlebihan" dr Bendera akibat pemerintah terlalu lembek menyikapi klaim2 malaysia selama ini...Lihat saja, pemerintah melalui deplu berani menyatakan Bendera melanggar hukum, tidak punya hak melakukan penghakiman dg cara2 kekerasan, tapi kenapa dg
Balas   • Laporkan
awak
11/09/2009
BENDERA cuma cari sensasi, memangnya dengan melakukan sweeping persoalan selesai? ini sama saja dengan rumah terbakar, bukannya cari air buat siram apinya...tapi malah pergi ke warung cari korek api buat dihancurin....itu kan konyol dan bodoh
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ