Nasional
Sentimen Anti Malaysia di Facebook

'We Hate Malaysia' No 1, 'Anti Malaysia' No 2

Media luar negeri menyoroti gencarnya sentimen anti Malaysia di dunia maya.

Jum'at, 11 September 2009, 10:46 WIB
Elin Yunita Kristanti
Facebook (Facebook)

VIVAnews - Protes terhadap Malaysia tak hanya dilakukan dengan di jalanan. Sentimen anti Malaysia juga ditabuh di dunia maya, melalui internet.

Seperti dimuat laman Asia One, Jumat 11 September 2009 dalam situs jejaring sosial Facebook, grup 'Anti Malaysia (Malingsia)' dan 'Ganyang Malaysia' jadi hit. Kebanyakan pendukungnya adalah generasi muda.

Penelusuran VIVAnews, grup 'Anti Malaysia (Malingsia) memiliki 317.439 anggota. Sementara 'Ganyang Malaysia' memiliki 18.821 pendukung.

Meski beda nama, dua grup tersebut punya lambang yang sama, sosok mirip tengkorak muncul di tengah bendera Malaysia 'jalur gemilang' yang bolong terbakar.

Sementara, grup bernama 'We Hate Malaysia' masih jadi juara menjaring pendukung.

Sebanyak 408.985 pengguna facebook terdaftar dalam tersebut pada Jumat pukul 10.20 WIB.

Beda dengan grup sebelumnya, logo 'We Hate Malaysia' adalah seseorang membawa bendera merah putih dan menginjak bendera Malaysia 'jalur gemilang', jadi logo grup tersebut. Di bawah logo tercantum kalimat 'Bukan rasisme, ini nasionalisme'.

Semua gerakan-gerakan tersebut sepakat mengganti nama Malaysia menjadi 'Malingsia', yang berisi tudingan pada Malaysia sebagai maling yang mencuri kebudayaan Indonesia.

Tak hanya lewat Facebook, para pemrotes Malaysia juga memiliki laman khusus,  www.malingsia.com. Hampir semua isinya adalah hujatan terhadap negeri jiran dan plesetan logo yang digunakan Malaysia.

Misalnya, logo Visit Malaysia yang memuat semboyan 'Malaysia Truly Asia' diganti 'Malingsia Truly-Maling-Asia'

Laman tersebut juga memuat polling julukan baru buat Malaysia. Pengunjung diminta memilih antara nama 'Malingsia', 'Malon', 'Malingsial', 'Malasya', 'Maling Asia', 'Crazy Malay, atau 'MalingShit', aduh...

Luar biasanya, lebih dari 13.000 orang ikut serta dalam jajak pendapat itu.

Laman malingsia.com juga menawarkan kaus yang dilabeli limited edition yang bertuliskan 'Save Ambalat' di bagian depan dan 'It's Malingsia' di bagian belakang. Lho kok jualan?

Sementara, hampir tak ada balasan dari pihak Malaysia di Facebook. Namun ada satu akun bernama 'Indon Celaka', itupun bukan grup, melainkan akun pribadi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
abc
13/09/2009
Kalau yang berdasarkan kebencian dan penuh emosi tak akan kekal. Hanya akan menampakkan kelemahan diri sendiri. Bulan Ramadhan yang mulia ini utk pengampunan bukan membanyakkan kebencian.
Balas   • Laporkan
Kartosoewirjo
11/09/2009
Kedua pihak otoritas (pemerintah 2 negeri) tak boleh memandang remeh ini hanya sentimen rakyat. Walau terlambat komunikasi dan pengertian yg baik harus tetap diusahakan. Jangan-jangan perang sipil maupun ketidakpedulian pejabat akan masalah sosial & urusa
Balas   • Laporkan
sofyan safaruddin
11/09/2009
Putuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia (singa bebulu domba).. negara munfik berkedok yahudi asia tenggara. Hati -hati negara tetengga yang lain dengan yahudi asia tenggara ( Malaysia)
Balas   • Laporkan
ompong
11/09/2009
KENAPA MALAYSIA MEMUKUL RAKYAT INDONESIA DI MALAYSIA, DIKEJAR, DIBUNUH TIDAK DIBERITAHUKAN SECARA INTERNASIONAL?????? INDONESIA OLEH MALAYSIA DIANGGAP NEGARA BUDAK SAJA. BANGSA INI SUDAH DI RENDAHKAN, DIHINA. JANGAN BIARKAN HARKAT DAN MARTABAT KITA
Balas   • Laporkan
wina
11/09/2009
ayo lawan malaysia lwat intelektual toh orang indonesia lebih pintar toh..... jangan dengan kekerasan indonesia lebih bermoral, jad jangan tunjukan dengan kekerasan dan fisik kaya pembentukan gerakan BENDERA yang berlatih untuk melawan malaysia lewat kek
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ