Nasional
Sweeping Warga Malaysia di Jakarta

Kabar Baik dari Malaysia

Pemerintah negeri jiran menjamin keselamatan warga Indonesia yang berada di Malaysia.

Jum'at, 11 September 2009, 09:45 WIB
Elin Yunita Kristanti
Demo Kedubes Malaysia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -Tensi politik Indonesia dan Malaysia terus mendidih. Setelah ketegangan di perbatasan yang tak kunjung reda, perebutan warisan budaya yang beruntun muncul, perang di dunia maya yang terus menyala,kini  kisruh itu mulai memasuki fase yang mencemaskan, aksi sweeping di jalanan.

Di Jakarta sekelompok Masyarakat melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah warga negara Malaysia. Padahal kedua bangsa serumpun ini sudah lama saling bergantung. Misalnya, Malaysia bergantung pada tenaga kerja Indonesia dan sekitar 5 juta  saudara kita bekerja di negeri itu.

Di kawasan Chowkit, pusat kota Kualalumpur, sekitar 56 ribu orang Indonesia menetap di situ.  Ini salah satu kawasan paling panas dalam hubungan kedua negara. Pasukan Rela Malaysia, kerap melakukan sweeping TKI  di sana.

Yang dicari memang tenaga kerja ilegal, tapi kerap kali yang legal pun diangkut. Pasukan Rela itu pernah mengangkut istri seorang diplomat Indonesia dari pasar Chowkit, yang segera di protes Jakarta. Walau harus diakui juga bahwa memang cukup tenaga kerja Indonesia yang masuk secara ilegal ke sana.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sendiri tidak pernah secara serius memberantas para mafia tenaga kerja yang menangguk untung dari kisruh tenaga kerja ini. Padahal persoalan tenaga kerja yang sering terjadi, turut mengawetkan kegentingan kedua pihak.

Terhadap sejumlah aksi sweeping yang berlangsung di Jakarta, Pemerintah Malaysia berjanji tidak akan ada balas dendam.

Kualalumpur menyatakan akan menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Menurut Menteri Dalam Negeri Malaysia, Hishammuddin  tidak akan ada aksi serupa di Malaysia.

"Saya yakin protes-protes itu diusung oleh kelompok yang punya motif terselubung," kata dia seperti dimuat laman The Star, Jumat 11 September 2009.

"Apapun tindakan provokasi yang dilakukan kelompok itu, saya menjamin keamanan warga Indonesia di Malaysia," tambah Hishammuddin.

Sentimen anti Malaysia dipicu ditayangkannya tari khas Bali, Tari Pendet dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' yang ditanyangkan Discovery Channel. Klarifikasi Malaysia dan permohonan maaf Discovery tak lantas melunturkan emosi sebagian warga Indonesia.

Sementara, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia,  Mohamed Khaled Nordin meminta mahasiswa Malaysia di Indonesia menghindari provokasi para demonstran anti Malaysia yang marah.

Para mahasiswa diminta menjauhi area-area yang jadi target sweeping warga Malaysia seperti Jalan Diponegoro di Jakarta. "Kami telah memberikan nasehat dan petunjuk untuk para mahasiswa Malaysia di Indonesia. Saya harap mereka selamat," tambah dia.

Sekitar 30 aktivis Bendera yang melakukan aksi unjuk rasa berusaha menghentikan sejumlah pengendara dan meminta kartu tanda penduduk (KTP) warga yang melintas di depan kantor Bendera, di Jalan Diponegoro no 58, Jakarta Pusat, Selasa 8 September 2009.

Untungnya tak ada warga Malaysia yang tertangkap, meski demikian Bendera mengatakan akan meneruskan aksinya itu.

Berita Favorit:
1. Pria Bernama Naveen Bantah Hamili Sheila
2. 10 Klub Terbaik di Dunia Mutakhir
3. Asmirandah Dipaksa Menikah
4. Barnabas Suebu: Tommy Soeharto Belum Layak
5. Keterlaluan, Robert Kok Cuma Dihukum 4 Tahun



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cipto
14/09/2009
kpd yth Bendera menurut saya tindakan saudara konyol,lebih baik bantu pemerintah mikir bagaimana negara kita tidak kirim TKI kemalingsia dengan begitu kita bisa membuka dada kita , tapi kalo kita selalu kirim budak kesana sampai matipun kita selalu dire
Balas   • Laporkan
Sutarto
14/09/2009
Kpd Yth Bendera, Apa hak anda mencegat kendaraan dan memeriksa KTP ??? Ini negara hukum. Hanya pihak berwenang yg dapat melakukan pemeriksaan KTP. Mohon anda sadari & hentikan segera aksi konyol dan memalukan itu. tksh.
Balas   • Laporkan
satya
11/09/2009
hantam trus jangan kasi ampun, malingsial itu sudah terlalu lama meremehkan bangsa yang hebat dan besar ini
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ