Nasional

Istana Minta Hentikan Sweeping Warga Malaysia

"Bayangkan, warga kita di-sweeping di negara lain."

Selasa, 8 September 2009, 16:28 WIB
Siswanto, Muhammad Hasits
  (ANTARA/ Wahyu Putro)

VIVAnews – Istana mengimbau masyarakat Indonesia tidak melakukan sweeping terhadap warga Malaysia untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap Malaysia.

“Kalau ada ketidakpuasan harus dilakukan secara hukum,” kata Andi Mallarangeng, juru  bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di depan Istana Negara, Selasa 8 September 2009.

Pernyataan Istana ini untuk menanggapi aksi sejumlah aktivis yang mengatasnamakan Benteng Demokrasi Rakyat yang berunjuk unjuk rasa dengan melakukan sweeping warga Malaysia di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tadi sinag.

Mereka menghentikan pengendara kendaraan bermotor dan memeriksa kartu tanda penduduknya. Aksi mereka lakukan untuk mengingatkan Pemerintah Indonesia agar berlaku tegas terhadap sejumlah perlakuan Malaysia yang dinilai tidak bersahabat.

Andi Mallarangeng mengharapkan aksi-aksi semacam itu tidak dilakukan lagi. Dia mengajak masyarakat Indonesia membayangkan jika hal serupa dilakukan terhadap warga Indonesia di negara lain.

“Bayangkan, warga kita di-sweeping di negara lain, tentunya juga akan berakibat ada saudara-saudarah kita di negara lain,” kata dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
asal jeplak
24/09/2010
Pemerintah sudah tau penyebabnya, selesaikan penyebabnya beres ! Tindakan melawan hukum itu akibat frustasi dengan sikap pemerintah yang lamban, tidur nyenyak melihat tkw bergelimpangan. Jangan malah ribut efeknya doang.
Balas   • Laporkan
manohara pinocchio
10/09/2009
kasihan indon...
Balas   • Laporkan
Idris-KL
09/09/2009
Semoga pihak Polis menangkap mereka yang mahu membuat swepping itu. Tindakan yang sebegini tidak membawa apa-apa keuntungan buat Indonesia dan juga Malaysia.
Balas   • Laporkan
budi cahyono
08/09/2009
ya gimana pak andi ini, warga kita disana sudah bertahun-tahun pak di sweping, pemerintah kita aja kurang tanggap
Balas   • Laporkan
achdiat
08/09/2009
aih aih sedih nian kita bila melihat tindakan2 yang tidak mendasar dan didasari pemikiran yang cerdas.... masak sih ada yang membayar untuk ini..... tapi kalau engga... masak iya sih ada yang nglakuin tindakan sweeping2an...ooohh
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ