VIVAnews - Stasiun Geofisika Yogyakarta memperkirakan gempa susulan masih akan terus terjadi. Gempa berkekuatan 6,8 skala richter yang berlokasi di koordinat 10.33 Lintang Selatan dan 110.62 Bujur Timur mengguncang Yogyakarta tadi malam.
Gempa berada di kedalaman 35 kilometer dari permukaan laut. Gempa tidak menyebabkan kerusakan di wilayah ini.
"Sangat besar kemungkinan gempa susulan akan terjadi, namun kapan waktunya, besaran kekuatan gempa dan pusat gempa belum ada pihak yang bisa memastikannya," kata Bambang Subagyo, Kepala Seksi Observasi, Stasiun Geofisika Yogyakarta, Selasa 8 September 2009.
Menurutnya gempa bumi dengan pusat gempa di laut maupun di darat hampir setiap hari tercatat pada alat pengukur gempa yang ada di Stasiun Geofisika Yogyakarta. Namun kekuatan gempa relatif kecil antara 2,4 SR hingga 2,7 SR sehingga tidak dirasakan oleh masyarakat.
Kejadian gempa kata Bambang berada pada daerah tertentu di antaranya sepanjang laut barat Sumatera, laut selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Laut Utara Sulawesi dan juga laut sekitar Papua serta laut kawasan Maluku.
"Ada juga jalur patahan bumi yang saat ini tetap aktif dan menimbulkan gempa seperti patahan opak-oya di Yogyakarta," tandasnya.
Bambang meminta masyarakat tetap waspada namun tidak terlalu berlebihan, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. "Masyarakat harus berteman dengan gempa karena Indonesia adalah daerah gempa," pungkasnya
Laporan: KDW | Yogyakarta