VIVAnews - Pemerintah sudah siap mengeluarkan dana tanggap darurat dalam menyelesaikan bencana gempa bumi di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sudah dikontak beberapa menteri terkait hasil pertemuan rapat koordinasi bersama Presiden RI di Istana Bogor, sore kemarin.
Menurut dia, beberapa anggaran sudah disiapkan dalam beberapa tahun ini untui keperluan tanggap darurat, rehabilitasi, dan pemulihan.
"Untuk tanggap darurat, nanti dimunculkan lewat Badan Koordinasi Nasional, mereka yang melakukan estimasi berapa besarnya biaya," kata Sri Mulyani usai buka bersama di Departemen Keuangan, Jakarta, Senin malam, 7 September 2009.
Bakornas, biasanya memerlukan waktu dua minggu untuk menyusun perkiraan jumlah yang harus dikeluarkan misal jumlah pengungsi, jumlah untuk makanan, shelter (perlindungan), pakaian, dan kebutuhan pokok lain.
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan membantu termasuk estimasi besaran kerusakan gedung, rumah, dan berbagai fasilitas dengan skema yang telah ditentukan.
"Besarnya saya tidak bisa sampaikan sekarang karena menunggu perhitungan. Tapi kalau sampai triliunan mungkin tidak akan memadai," katanya.
Namun Sri Mulyani menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir apakah dana anggaran 2009 ini mencukupi atau tidak. "Kalau dari dana tidak terduga ini kurang, nanti kami akan akan sampaikan ke Dewan agar pemerintah bisa mengeluarkan lebih banyak," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami kesulitan dalam membantu para korban gempa di Tasikmalaya. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan saat ini, dana tak terduga untuk korban bencana alam hanya Rp 90 miliar.
Padahal dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi dan merenovasi rumah dan bangunan yang rusak mencapai triliunan rupiah.
“Karena itu, kami melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri di Istana Bogor untuk membicarakan solusi terbaik dalam menangani korban gempa,” katanya.
Heryawan mengatakan, untuk menanggulangi korban bencana, Pemerintah Jawa Barat tengah menjalani proses tanggap darurat, selama 14 hari ke depan setetah gempa terjadi.
“Cianjur kondisinya khusus. Jadi kemungkinan tanggap darurat lebih dari 14 hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, selain melakukan tanggap darurat, Pemerintah Jawa Barat juga tengah melakukan pendataan korban bencana.
Hingga semalam tercatat 54.198 rumah mengalami rusak berat dan 118.545 mengalami rusak ringan.
hadi.suprapto@vivanews.com