VIVAnews - Orang yang diduga artis Soraya Abdullah Balvas membantah keterlibatan dengan sekelompok jaringan teroris di dalam maupun di luar negeri dalam laman www.arrahmah.com.
“Sehubungan dengan maraknya pemberitaan kami (Soraya Abdullah Balvas) di media massa tentang fitnah keterlibatan kami dengan sekelompok jaringan teroris (naudzubillah) baik di dalam maupun di luar negeri, dengan ini kami berusaha ingin mengklarifikasi permasalahan ini,” kata dia Soraya seperti dikutip VIVAnews dari laman www.arrahmah.com.
Menurut dia, ilmu agama yang dikaji dari ditempat Ustad Abu Jibriel sejak April 2007 berisi materi pengajiannya brsifat umum, seperti fiqih, hadits dan bahasa Arab. Jibriel merupakan tersangka terorisme dan terkait dengan peledakan Ritz Carlton dan JW Marriot. Jibriel sudah ditahan Mabes Polri.
“Siapa saja bisa datang bergabung mengaji disini tanpa terkecuali. Ini bisa dilihat dari ibu-ibu yang menghadiri pengajian Ustad Abu Jibril
baik yang mengenakan penutup wajah (cadar) maupun tidak,” kata dia.
Soraya menjelaskan, perubahan penampilan dengan menggunakan cadar karena keinginan pribadi guna menjaga kehormatan wanita muslimah terlebih dalam keadaan pergaulan metropolitan yang semakin rusak.
Dia menilai dengan kehidupan metropolitan sekarang ini banyak perbuatan tidak senonoh dikarenakan fitnah dari wajah.
Dalam keterangan persnya di laman milik Jibriel itu, Soraya juga menyatakan keterkaitan saudara Muhammad Jibriel Abdurrahman dengan pendanaan aksi terorisme itu tidak benar. Menurutnya, Jibriel hanyalah seorang wartawan yang profesional.
Dengan demikian, kata Soraya, penangkapan Jibriel sekedar bermuatan politis dan kepentingan semata, dikarenakan Arrahmah berbeda dengan media lainnya, yang dengan berani menyuarakan perjuangan kaum muslimin secara lebih transparan.
“Atas nama kebebasan pers, hal ini menjadi bias dikalangan media informasi di negeri ini." Dia mencontohkan wartawan BBC atau Al Jazeera yang berhasil mewawancarai Usama bin Ladin. "Apakah dengannya kemudian mengkaitkan wartawan tersebut dengan terorisme?” kata dia.