VIVAnews - Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Riechter (SR) di Jawa Barat mengakibatkan kerugian mencapai Rp1 triliun, kata Kepala Bapeda Jabar H Deni Juanda di Bandung, Senin, 7 September 2009.
"Kerugian sementara tidak kurang dari Rp1 triliun, kemungkinan masih bertambah," kata Deni Juanda. Menurut Deni, kerugian sebesar itu berdasarkan penghitungan kerusakan material dan non material yang dilakukan saat pendataan korban gempa bumi di Yogyakarta.
Menurut Deni, kerusakan akibat kerusakan rumah penduduk, fasilitas umum seperti perkantoran, sekolah, mesjid serta fasilitas umum dan infrastruktur lainnya. Kerugian terbesar di kawasan Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung dimana jumlah bangunan dan infrastruktur yang rusak cukup banyak.
"Kondisi kerusakannya bervariasi yakni rusak berat, sedang dan ringan. Pendataan masih terus dilakukan, disamping fokus melakukan tanggap darurat," kata Deni seperti yang dikutip tvone.co.id.
Sementara itu pencairan dana tak terduga Provinsi Jabar senilai Rp8,75 juta hingga kini masih menunggu hasil pendataan di lapangan dan masih dalam proses perlengkapan administrasi pencairan.
Ia menyebutkan dana tak terduga Jawa Barat senilai Rp90 miliar, sudah terpakai senilai Rp2,5 miliar untuk mendukung anggaran Pemilu 2009 lalu sehingga tersisa Rp87,5 miliar lagi.
Sementara itu beras cadangan pemerintah (CBP) sebesar 1400 ton, namun saat ini baru terpakai sekitar 212 ton yang disebarkan ke lokasi bencana di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bandung dan Bandung Barat.
"Cadangan beras masih cukup banyak, kabupaten yang memerlukan pasokan beras cadangan bisa diambil ke dolog di daerah masing-masing," kata Deni Juanda. Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 11 badan internasional yang sudah turun memberikan bantuan ke lokasi bencana di Jawa Barat.