VIVAnews - Pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,4 triliun sampai Rp 1,5 triliun untuk penanganan rehabilitasi pascagempa yang menghantam selatan Jawa Barat pada Rabu 2 September 2009.
"Dana itu diambil dari dana cadangan, karena dana untuk penanganan bencana tahun 2009 sudah habis," kata Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Senin 7 September 2009.
Gempa yang berkekuatan 7,5 skala Richter itu telah menewaskan 73 orang dan 34 orang hilang. Sedangkan kerusakan pada bangunan rumah mencapai 54 ribu lebih.
Untuk rekonstruksi rumah bagi korban bencana, pemerintah akan melakukan metode seperti penanganan di Yogyakarta. Caranya, pembangunannya akan diserahkan kepada masyarakat sendiri dengan bantuan dana dari pemerintah.
"Sebelumnya, dilakukan verifikasi terlebih dahulu, pemerintah pusat akan memberikan ke gubernur, dan gubernur langsung mengkoordinasikan ke kabupaten," terangnya. Namun, untuk besarannya yang akan diterima masyarakat, masih menunggu hasil ferifikasi.
Sampai saat ini, menurut dia, penanganan bencana telah berjalan dengan baik. Penangan itu meliputi pendistribusian makanan dan obat-obatan."Kalau dibilang jumlah makan kurang, padahal tidak," jelasnya.
Disamping pemberian makanan dan obat-obatan, pemerintah juga telah memberikan mandi cuci kakus (MCK) dan tenda bagi pengungsi melalui departemen kesehatan dan departemen pekerjaan umum.