VIVAnews - Menghadapi mudik lebaran 2009, Departemen Perhubungan menyiapkan armada laut. Apel kesiapan penanganan angkutan lebaran 2009 diadakan di Terminal Pemumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 4 September 2009. Apel dipimpin Dirjen Perhubungan Laut, Sunaryo.
Apel dihadiri seluruh instansi terkait seperti TNI Angkatan Laut, Pol Air dan Udara Polda Metro Jaya, KPPP Tanjung Priok, Ditjen Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Pelabuhan Tanjing Priok, PT Pelni, dan Adpel Tanjung Priok.
Dalam pidatonya, Sunaryo meminta para peserta memberikan kualitas pada pelayanan penumpang. "Baju boleh berbeda, topi boleh berbeda, tapi tujuan kita sama untuk membentuk transportasi laut yang aman, nyaman, dan murah," kata dia.
"Kita rapatkan barisan untuk menuju terminal yang sama yaitu terminal angkutan laut yang baik," tambah Sunaryo.
Sebelumnya, Sunaryo juga menginstruksikan para operator dan pengelola pelabuhan, serta administrator pelabuhan agar bekerja sama untuk menjaga ketertiban penumpang di terminal saat menaiki kapal. Hal ini untuk menghindari terjadinya kericuhan selama proses embarkasi berlangsung.
"Biasanya di tangga-tangga kapal, penumpang selalu rebutan untuk naik ke atas kapal. Ini perlu diatur supaya tidak terjadi penumpukkan di sana, yang tentunya membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri. Maksimalisasikan penggunaan tangga kapal untuk penumpang naik ke atas kapal," ujar Sunaryo.
Kepada para operator pelayaran, Sunaryo menginstruksikan untuk dipenuhinya kelaiklautan kapal-kapal yang akan dioperasikan pada masa mudik lebaran yang diprediksi akan mencapai puncak pada H-2 lebaran (19/9). Untuk memastikan kelaiklautan kapal-kapal yang akan digunakan sebagai angkutan lebaran mendatang, jelasnya, sepanjang 22-26 Juli 2009 telah dilaksanakan uji petik di 18 lokasi pelabuhan.