Nasional

Malaysia Ingin Protes Tari Pendet Diakhiri

"Saya harap seluruh episode polemik Pendet diakhiri sampai di sini."

Jum'at, 4 September 2009, 10:42 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tari Pendet, Bali (bali-trafel-live.com)

VIVAnews - Penayangan tari khas Bali, Tari Pendet dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' di Discovery Channel membuat masyarakat Indonesia emosi. Tuduhan dilayangkan ke negeri jiran, sebagai pengklaim bahkan pencuri budaya Indonesia.

Dari negeri seberang, Deputi Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin meminta kontroversi soal tari Pendet diakhiri. Apalagi, pihak Discovery Channel telah memberi penjelasan dan permintaan maaf dalam kasus tersebut.

Discovery juga telah menghentikan penanyangan iklan tersebut. "Tak ada bukti yang menunjukan Kementerian Pariwisata Malaysia maupun Tourism Malaysia terlibat dalam produksi video tersebut," kata Muhyiddin seperti dimuat laman New Straits Times, Jumat 4 September 2009.

Discovery, tambah dia, juga telah menjelaskan permasalahan itu ke pihak Indonesia. "Saya harap seluruh episode polemik Pendet diakhiri sampai di sini. Tak seharusnya kita [Malaysia] disalahkan," tambah dia.

Muhyiddin menambahkan, Menteri Pariwisata Malaysia telah menerima surat protes yang dilayangkan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Kata dia, kontroversi Tari Pendet bukan yang pertama. Sebelumnya, Indonesia juga memprotes penggunaan lagu 'Rasa Sayange' dalam iklan wisata Malaysia.

Buntut dari polemik Pendet, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta didemo massa. Protes di beberapa daerah juga diwarnai pelemparan telur busuk dan pembakaran bendera Malaysia, untuk mengekspresikan kemarahan.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada Jumat 28 Agustus 2009 juga sempat diteror bom oleh orang yang dikenal. Kata ancaman itu, bom akan diledakan pada pukul 11.00. Untungnya, ancaman itu hanya gertakan.


Berita Terfavorit:
1. MU Bisa Bernasib Seperti Chelsea
2. Derita Chelsea, Senyum MU,Arsenal, Liverpool
3. Kenapa Pilih Jembatan Selat Sunda
4. Terowongan Lebih Murah dari Jembatan Sunda
5. Gempa 5,6 SR di Ujung Kulon, Kedalaman 15 KM









• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
che
06/09/2009
malaysiaaaaaallllll... skali maling..teteup maling !!!!!! Sudah saatnya rakyat bergerak !
Balas   • Laporkan
malaya
04/09/2009
woi au ingat semua benda yang aku punya ke...wayang kulit budaya kami turun temurun nenek moyang kami.wayang kulit terkenal di negeri kelantan.anda perlu mendalami sejarah nusantara.yang datang dari peradaban yang sama.jangan bercakap jika tidak berilmu d
Balas   • Laporkan
Si Pahit Lidah
04/09/2009
Boleh..boleh diakhiri....tapi sebelumnya anda pakcik, bikin iklan yang isinya mohon maaf kepada bangsa Indonesia atas kelalaian Malasya? selama ini....dan berjanji tak akan ulangi lagi ...iklan ditayangkan di Discovery Channel selama 1 bulan berturut-turu
Balas   • Laporkan
Jody N
04/09/2009
hehehehe...dasar Maling-sial mana ada yg mau ngaku. Mereka akan tunggu suasana ini meredam lalu mrk ajukan tuh tari pendet sbg hsl budaya mrk ke UNESCO. Hati2 aja jgn sampai terulang lagi....ato memang Pemerintah kita aja yg lemot utk menangantisipasinya.
Balas   • Laporkan
Nafa
04/09/2009
Aduh.....aduh nich malaysia ga mau disalahin padahal banyak yg sudah mereka curi bahkan nama jln atau makanan yg ada di indonesia di jadikan makanan khas dia cuman di ganti aja namanya
Balas   • Laporkan
oelil
04/09/2009
yg bergulir sekarang bukan hanya tari Pendet tapi kemarahan atas niat negara sebelah itu untuk bertetangga dengan Indonesia tidak ada. Mereka selalu mengusik dan dengan diam2 menusuk dari belakang.Setelah Pendet...ada pulau jemur...entah apalagi.... kita
Balas   • Laporkan
cinta indonesia
04/09/2009
itu menteri malaysia enak aja bilang seharusnya mereka ga disalahkan. bgmn mungkin iklan pariwisata resmi negara keluar di discovery channel tanpa sepengetahuan dia? jangan kura2 dalam perahu napa pak cik!
Balas   • Laporkan
popo
04/09/2009
Halaaah...jangan percaya sama negara MALING (MALAYSIA). Bukan sekali atau dua kali negara MALING ini berulah. MALAYSIA IS TRULY MALING...
Balas   • Laporkan
deni
04/09/2009
ha ha ha, mulai ciut juga neeh malayan.
Balas   • Laporkan
santoso
04/09/2009
Mana ada maling ngaku? Kutipan, "Tak ada bukti kementerian Pariwisata Malaysia terlibat dalam produksi.., itu sangat naif dan tidak jujur. Emang kementerian gak terlibat produksi, itu pasti. Tapi yang kasih order bikin iklan siapa? Kagak mungkin juga Keme
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ