Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Komplotan Noordin M Top ternyata menyiapkan aksi ledakan bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton dengan rapi. Terbukti, mereka melakukan survei awal sejak dua bulan sebelum aksi dilakukan.
"Amir Abdillah survei target ke JW Marriott dan Ritz Carlton pada Juni dan Juli 2009," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 3 September 2009.
Amir Abdillah merupakan tersangka teroris yang sudah dibekuk polisi. Banyak keterangan yang didapat polisi dari pria yang ditangkap di Jakarta Utara itu memiliki peran sebagai penjaga rumah di Jatiasih.
"Lalu melakukan reservasi pada 10 Juli 2009 bersama SJ (Saefudin Jaelani alias Saefudin Zuhri)," ujar Bambang Hendarso.
Tujuh hari setelah pemesanan kamar, akhirnya pada Jumat 17 Juli 2009, bom bunuh diri di dua hotel mewah itu terjadi. Sebanyak sembilan orang tewas dan 55 lainnya mengalami luka-luka.
ismoko.widjaya@vivanews.com