Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror sudah menangkap pria bernama Ali Al Khelaiw Ali Abdullah sebelumnya disebut Ali Mohammad bin Abdillah di Kawasan Nagrek, Kuningan, Jawa Barat. Ali ditangkap karena memiliki hubungan istimewa dengan para tersangka teroris.
"Ali Al Khelaiw Ali Abdullah ditangkap karena terkait kedekatan komunikasi dan kedekatan bisnis atau pendanaan dengan Saefuddin Zuhri, Syahrir, dan Ibrohim selama setahun terakhir," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
Hal itu tertulis dalam bahan rapat Kapolri dengan Komisi III Bidang HUkum dan Pertahanan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 3 September 2009.
Ali yang diketahui warga Arab Saudi itu ditangkap bersama seseorang bernama Sholehat, penerjemahnya, mantan tenaga kerja yang pernah bekerja di Arab Saudi. Selama sebulan terakhir Ali tinggal di sebuah rumah kontrakan di Dusun Kroya, Kelurahan Cirendang, Kuningan, Jawa Barat.
Muncul dugaan, Ali terkait dengan pendanaan jaringan teroris. Sementara, Iwan Herdiansyah yang sebelumnya juga ditangkap, dilepas karena tak terbukti terkait jaringan terorisme.
Seperti diketahui, Saefuddin Zuhri dan Syahrir adalah dua buron teroris kasus ledakan di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Saefuddin diduga kuat perekrut dua pelaku bom bunuh diri, sedangkan Syahrir disiapkan untuk masuk ke link penerbangan.
Satu nama terakhir, Ibrohim alias Boim, merupakan perencana strategis ledakan bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 lainnya itu. Ibrohim tewas dalam pengepungan di Temanggung, Jawa Tengah.
ismoko.widjaya@vivanews.com