VIVAnews - Sedikitnya 902 rumah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat rusak berat dan 560 rumah rusak ringan menyusul gempa yang terjadi Rabu 2 September 2009 pukul 14.55 WIB. Gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter itu berlokasi di 142 kilometer Barat Daya Tasikmalaya Jawa Barat dengan kedalaman 30 kilometer.
"Hingga malam ini tercatat lima orang meninggal, 21 orang luka-luka yang tersebar di 18 kecamatan antara lain Cisayong, Salawu, Sodong Hilir, Cigalontang, dan Cineam, " ujar juru bicara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Iwa Kartiwa, Rabu malam.
Gempa juga merusak sejumlah bangunan di Kota Tasikmalaya. Dari pantauan Koran Jakarta hingga Rabu malam, warga terlihat membersihkan bangunan rumahnya yang retak-retak.
Salah satu bangunan roboh adalah Pesantren Riyadlul Ulum Wadda'wah yang terletak di Condong Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Satu bangunan asrama santri putra dan fasilitas MCK putra dan putri hancur.
Menurut salah seorang pimpinan pondok pesantren Endang Rahmat, saat gempa berlangsung, para santri tengah bersiap-siap menunaikan shalat Ashar. "Mereka sempat panik dan berhamburan keluar sehingga belasan santri perempuan sempat pingsan," kata Endang.
Beruntung, kata Endang, gempa yang terasa sekitar sepuluh menit itu tidak merenggut nyawa santri meski empat orang santri menderita patah tulang karena meloncat dari lantai dua asrama saat bangunan itu roboh. "Kerugian materi ditaksir sekitar Rp 1 miliar," kata Endang.
Akibat kejadian ini, lebih dari 700 santri tidur di tenda darurat karena mereka masih trauma dan takut terjadi gempa susulan. Hingga
Rabu malam, sebagian santri terlihat masih membersihkan puing-puing dari reruntuhan bangunan yang hancur.
Sementara itu, gempa juga menelan korban di Bandung dan Garut. Sedikitnya dua orang meninggal dan puluhan warga Kabupaten Bandung luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Ihsan Kabupaten Bandung.
Sedangkan di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, dua orang meninggal karena tertimpa reruntuhan. "Kami masih menunggu informasi lanjutan," ujar Camat Pameungpeuk Junjun Juhana saat dihubungi melalui
telepon Rabu sore.
Di Bandung, gempa menyebabkan sebagian warga Bandung panik, dan sebagian warga lainnya pingsan dan histeris. Sejumlah karyawan toko kue kering roombutter J&C Jalan Bojong Koneng Atas Bandung sempat panik dan berlarian dari tempat kerja mereka.
Mereka kemudian berkerumun di depan toko.
Sekitar 15 menit kemudian, tiba-tiba seorang karyawati toko jatuh pingsan di tengah kerumunan. Kejadian ini menambah kepanikan dan membuat karyawati lain ikut pingsan.
Sementara itu dua karyawati lain yang melihat kejadian ini bertambah panik dan menjerit-jerit histeris. Beberapa rekan kerja mereka
terlihat berupaya menangkan kedua perempuan ini dan memisahkan mereka dari kerumunan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Surono mengatakan, gempa ini disebabkan tumbukan dari patahan Indo-Australia dengan Euroasia. "Data dari BMG sebelumnya menyebutkan gempa ini berpotensi tsunami," katanya saat ditemui di kantornya Rabu sore.
Namun setelah dua puluh menit kemudian tidak ada tsunami, kata Surono, BMG mencabut status itu.
Surono menambahkan, kalau dirasakan secara luas dari Jakarta hingga Yogyakarta, berarti titik gempa cukup dalam. "Kerusakannya akan bersifat meluas artinya meski kecil-kecil, tapi kerusakan bisa terjadi di mana-mana," katanya.
Laporan: BAR | Bandung