Nasional
Gempa Tasikmalaya

Dampak Sporadis, Satu SSK Terjun ke Garut

Wilayah Garut termasuk yang terparah setelah diguncang gempa 7,3 SR.

Kamis, 3 September 2009, 06:31 WIB
Umi Kalsum
Suasana Gempa di Sukabumi (ANTARA/Syaiful Hakim)

VIVAnews - Lokasi gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi Rabu sore menimbulkan dampak sporadis di sejumlah wilayah di Jawa Barat dan wilayah lainnya. Dampak seperti ini terjadi karena posisi kedalaman gempa yang berada 30 km di bawah permukaan laut.

"Lihat saja sejumlah bangunan roboh di berbagai daerah, terutama di Kapupaten Garut," kata Dandim 0611 Garut Letkol Inf Herman Jatmiko saat meninjau korban gempa di Kecamatan Pamempeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis 3 September 2009 dini hari.

Di Garut ada tiga daerah yang terparah, di antaranya Kecamatan Papempeuk, Sukawening dan Wanaraja. Lebih dari seribu rumah di wilayah ini hancur dengan kondisi beragam mulai dari rusak berat hingga rusak ringan.

Untuk membantu korban gempa, pihaknya telah mengerahkan seluruh anggotanya untuk bersiaga di posnya masing-masing. Selain itu pihaknya juga telah meminta bantuan satu SSK dari Batalyon 303 Cibuluh dan 301 Sumedang untuk membantu para korban bencana.

Menurutnya, selain bantuan personel pihaknya pun telah menerjunkan tenda bantuan bagi para korban gempa dari satuan Bekang. Sekitar pukul 23.00 Rabu, tim datang ke lokasi dan langsung menggelar tenda pengungsian.

Rencananya, kata dia, pihaknya juga akan membuat dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan pangan 1.000 orang pengungsi, terutama umat muslim yang akan sahur. "Tapi itu pun tergantung kesiapan dari pemda," kata dia

Sementara Elka Nurhakimah dari Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, Kabupetan Garut mengatakan, pihaknya telah memasok dua kuintal beras untuk pengungsi. Namun beras itu dibeli dari toko-toko setempat karena persedian pemkab tidak ada. Rencananya pemkab baru akan memesan dari Dolog yang berada di Ciamis hari ini.

"Mudah-mudahan pukul 09.00 sudah bisa kita ambil," katanya. Selain beras, Pemkab juga memberikan bantuan lauk pauk, di antaranya 112 dus sarden. Kebutuhan makan pengungsi diperkirakan satu orang 4 ons per hari, dan akan diberikan selama 7 hari.

Untuk bantuan uang, Elka mengatakan belum bisa dicairkan karena harus menunggu persetujuan bupati dan DPRD.

Laporan: ULI | Garut

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ