VIVAnews - Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter semakin membengkak. Di Kabupaten Garut, korban tewas bertambah jadi 10 orang. Tengah malam tadi, korban tewas yag terdata masih empat orang.
Kepala Bagian Humas Pemda Garut Dikdik Hendrajaya saat meninjau korban gempa, Kamis 3 September 2009 dini hari mengatakan, data sementara yang masuk hingga pukul 01.00 WIB korban tewas sebanyak 10 orang. Dua diantaranya warga Kecamatan Pamempeuk, enam orang dari Kecamatan Cikelet, satu orang dari Kecamatan Cisompet, dan satu orang warga Pendeu.
Sementara korban luka berat ada 6 orang dari Kecamatan Pamempeuk. Sedangkan yang mengalami luka ringan sebanyak 51 orang yang tersebar di Kecamatan Pamempeuk sebanyak 27 orang, empat orang di antaranya dirujuk ke rumah umum Garut yang berjarak 80 km, sehingga diperlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan.
Selain itu korban luka ringan di Kecamatan Cibalong terdapat 3 orang, Pangacikan 3 orang, Pendeu 12 orang dan Banyongbong 6 orang.
Untuk rumah yang rusak berat terdapat 965 rumah, rusak sedang 544 rumah, dan rusak ringan 1.296 rumah. Sementara 3 sekolah dasar di Kecamatan Limbangan, Kecamatan Caringin dan Cisompet rusak parah.
Sekolah dasar yang rusak sedang ada satu sekolah, rusak ringan dua sekolah di Kecamatan Pengacikan. Kerusakan parah juga terjadi pada tiga masjid di Kecamatan Cisewu.
Menurut Dikdik, saat ini warga terutama di daerah pesisir pantai selatan Garut masih mengungsi di tempat-tempat pengungsian, di antaranya Koramil Pamempeuk dan SMA Pamempeuk.
Laporan: ULI | Garut
• VIVAnews