VIVAnews - Korban tewas akibat gempa 7,3 SR di Tasikmalaya terus bertambah. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 25 korban tewas.
"Data korban tewas kini menjadi 35 orang, termasuk satu orang di Jakarta," kata Kepala Penanggulangan Krisis, Rustam Pakaya, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu, 2 September 2009.
Korban tewas sebagian besar berada di daerah Cianjur. Korban tewas di Cianjur itu diakibatkan adanya longsor yang menimpa satu pemukiman warga. "Untuk korban luka tercatat sebanyak 422 orang," ujar dia.
Sebelumnya, BNPB mencatat sebagian besar korban berasal Cianjur Selatan. Hal itu dikarenakan terjadi longsor yang menimpa perkampungan warga. "Di lokasi longsor saja ada 12 orang meninggal," kata Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Priyadi Kardono.
Gempa bumi yang juga terasa di Jakarta itu ternyata berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa ini terjadi di kedalaman 30 km dari permukaan laut dan berpotensi tsunami. Gempa tercatat terjadi sekitar pukul 14.55 WIB, Rabu, 2 September 2009 dan berpusat pada 8,24 LS.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews