VIVAnews - Korban tewas akibat gempa 7,3 SR di Tasikmalaya terus bertambah. Kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 25 korban tewas. Data itu belum termasuk daerah yang terisolasi seperti di Pameumpeuk dan pesisir pantai Jawa Barat lainnya.
"Terakhir, datanya 25 korban tewas, kami masih belum bisa data untuk daerah wilayah pesisir Jawa Barat seperti Pameumpeuk," kata Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Priyadi kardono, dalam perbincangan dengan di TvOne, Rabu, 2 September 2009.
Sebagian besar korban berasal dari daerah Cianjur. Banyak korban di Cianjur, terutama di bagian selatan dikarenakan terjadi longsor yang menimpa perkampungan warga. "Di lokasi longsor saja ada 12 orang meninggal," ujar dia.
Gempa bumi yang juga terasa di Jakarta itu ternyata berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa ini terjadi di kedalaman 30 km dari permukaan laut dan berpotensi tsunami.
Gempa tercatat terjadi sekitar pukul 14.55 WIB, Rabu, 2 September 2009 dan berpusat pada 8,24 LS.