VIVAnews - Pemerintah melansir permintaan ayam naik sebesar 20 - 40 persen selama Puasa dan menjelang Lebaran.
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat melakukan kunjungan ke industri pemotongan ayam PT Sierad Produce Tbk di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor, Rabu pagi, 2 September 2009.
Kunjungan tersebut, menurut Mari, dilakukan untuk meyakini pasokan kebutuhan pokok untuk keperluan puasa dan Lebaran aman. Khususnya ayam dan telur, Mari meyakini pasokan cukup dan aman untuk sebulan ke depan.
"Harga ayam relatif stabil. Kenaikan harga di pasar hanya Rp 1.000 - 2.000 per ekor," ujarnya.
Harga ayam potong naik menjadi Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per ekor dari sebelumnya sekitar Rp 22 ribu per ekor. "Pola harga ayam, menjelang awal puasa naik, kemudian turun lagi, sebelum Lebaran akan naik lagi," ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Peternak Unggas Se-Indonesia (Pinsar) Hartono menjelaskan, peternak menyiapkan 100 juta ekor ayam untuk Lebaran.
"Angka itu sudah mencukupi, akan ada cadangan kalau kurang," ujarnya. Asosiasi menyanggupi menyediakan cadangan ayam dalam hitungan 12 jam.
Harga Telur Naik 15 Persen
Menurut pantauan Departemen Perdagangan, harga telur nasional mengalami kenaikan sekitar 5 - 15 persen. Harga telur naik menjadi Rp 15.500 per kilogram. Naik sekitar Rp 800 dari sebelumnya Rp 14.700 per kilogram.
Menurut Mari, kenaikan harga bukan karena masalah keterbatasan stok namun karena faktor hari raya. "Kalau harga naik lebih dari 15 persen akan dipantau khusus," ujarnya. hadi.suprapto@vivanews.com